Ilustrasi (net)

Modus Cabut Janggut, Rusli Cabuli 4 Bocah

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:17:40 WIB

Tirainews.com - Empat orang Anak di bawah umur menjadi korban aksi pencabulan yang dilakukan Rusli M. Nur alias Kuling (53) di Desa Janja Dusun IV, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. 

Kuling diringkus di rumahnya Jalan Abdul Muis Lonti, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, usai dilaporkan oleh orang tua korban ke Polres Tolitoli pada Senin (7/1/2019) lalu. 

Satreskrim Polres Tolitoli juga berhasil menyita satu unit handphone milik tersangka sebagai barang bukti. Berdasarkan Pengakuan dari pelaku, aksi tersebut di lakukan pada Desember 2018 lalu, saat ke empat orang anak yang menjadi korban sedang bermain di depan rumah salah seorang warga.

Guna melampiaskan hasrat bejadnya, pelaku membujuk korban untuk mencabut janggut dan kumisnya. Keadaan itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan amoral yakni, dengan mencium dan meraba bagian tertentu dari tubuh korban serta memperlihatkan vidio mesum. 

Loading...

“Pelaku juga menurunkan celana para korban sebatas lutut.kemudian pelaku menyuruh Para korban untuk duduk di atas perut pelaku dengan memberikan imbalan kepada para korban dengan jumlah bervariasi antara Rp5 ribu, Rp15 ribu dan Rp20 ribu,” kata Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko didampingi Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP. Esti Prasetyo Hadi saat konferensi Pers, di Aula Rupatama Polres Tolitoli, Senin (14/1/2019). 

Hendro menyebutkan, pihaknya menduga korban ada sepuluh orang. Empat di antaranya sudah dimintai keterangan, sedangkan enam orang lainnya akan dimintai keterangan pada Selasa (15/1/2019) siang ini. 

“Rusli M. Nur Alias Kuling sudah di tetapkan tersangka sejak 8 januari 2019 dan telah diterbitkan surat perintah penahanan yang berlaku hingga 20 hari ke depan. Tersangka dijerat dengan Pasal 76 E Jo Pasal 82 Ayat (1) jo Ayat (4) UU RI  No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu RI No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 Hingga 15 tahun penjara,” pungkas Hendro. 




Baca Juga Topik #hukrim+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+