Zulhelmi Arifin

Puluhan Pengusaha di Pekanbaru Gemplang Pajak, Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta 

Senin, 21 Januari 2019 - 17:22:49 WIB

Tirainews.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merugi ratusan juta tiap bulan akibat pengemplang pajak. Kerugian itu diketahui sejak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru memasang tapping box di beberapa tempat usaha.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan sudah memiliki data tempat usaha atau Wajib Pajak (WP) yang punya selisih bayar atau pengemplang pajak. Jumlah selisih pajak yang harusnya dibayar WP itu bervariasi. 

"Selisih bayar yang ditapping itu ada sampai Rp67 juta. Ada yang selisihnya Rp18 juta. Kita sekarang dalam proses pemeriksaan terhadap itu," kata Zulhelmi, Senin (21/1/2019).

Kata dia, ada 20 tempat usaha yang ketahuan mengemplang pajak, setelah pemasangan 300 lebih tapping box oleh Bapenda. Kerugian yang dialami Pemko lebih dari Rp100 juta. 

Loading...

"Itu dalam proses pemeriksaan. Ada (Rp100 juta), lebih. Artinya itu potensi pajak yang tak terpungut. Tapping box ini sangat bermanfaat bagi kita. Kita sudah punya pengujian informasi pelaporan pajaknya," kata dia. 

Ia mencontohkan, seharusnya, perusahaan membayar pajak sebesar Rp150 juta, tapi yang dibayar hanya Rp50 juta. Artinya, ada Rp100 juta uang pajak yang seharusnya dibayar, tapi tidak dibayarkan. 

"Kan kita sudah rugi Rp100 juta, itu misalnya. Tentu kita panggil, berapa sebetulnya nilai transaksi, kalau dia bohong, ketahuan. Misalnya, dia gak mau bayar, dia bisa ajukan keberatan resmi ke Bapenda, kita bisa menerima dan bisa menolak, tentu dengan alasan jelas," kata dia. 

Jadi, lanjutnya, jika keberatan itu ditolak oleh Bapenda, WP wajib membayar sisa pajak yang digelapkan. "Ketika kita menolak, mereka harus bayar, paling lama diberi waktu 1 bulan, kalau tidak dibayar juga kita sita aset dan dilelang," tegasnya.




Baca Juga Topik #riau+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+