10 unit bus TMP baru berjejer di Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Sudirman, selasa 4 Desember 2018. (das)

Pemko Pekanbaru Serahkan Bus TMP ke PT TPM

Jumat, 01 Februari 2019 - 17:23:16 WIB

Tirainews.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengalihkan pengelolaan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru ke PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM). Ada 96 bus yang akan dikelola oleh anak PT Sarana Pembangunan Pekanbaru ini. 

"Ini diserahkan tentunya dengan harapan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan juga kuantitas pelayanan," kata Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT, Jumat (1/2/2019). 

Saat ini, Pemko Pekanbaru memiliki 105 unit bus TMP. Hanya saja, yang diserahkan ke PT TPM sebanyak 96 unit. "Sembilan unit rusak, dua rusak parah. Kemudian tujuh unit yang rusak itu kita rencanakan dimodivikasi untuk jadi kendaraan pariwisata di tengah kota, dan gratis," jelasnya.

Lanjutnya, dengan menyerahkan ke pihak ke tiga dan pelayanan yang lebih baik, diharapkan masyarakat akan lebih meminati bus TMP. Sehingga, tinggakat akupansi atau keterisian bus cukup banyak.

Loading...

Meski diserahkan pengelolaannya, pembenahan dalam pengoperasian, manajemen dan juga dukungan sarana dan prasarana tetap menjadi tugas Dishub. Pemko juga akan menambah rentang pelayanan yang tadi hanya dari halte ke halte, menjadi dari pemukiman ke halte. 

"Ini kita sebut pengumpan, dengan adanya pengumpan, bagaimana kita nanti angkutan kecil bisa masuk ke pemukiman, kemudian dari pemukiman ke halte," jelasnya. 

Jadi, sambungnya, tidak hanya melayani dari pemukiman ke pemukiman tapi juga dari halte ke pemukiman. Hal ini juga untuk kepentingan anak ke sekolah atau dari pemukiman ke kantor. 

"Itu dari rumah ke halte. Kita targetkan tahun ini untuk angkutan fider atau pengumpan ini," jelasnya. 

Untuk angkutan pengumpan ini akan diutamakan utamakan dulu di Kecamatan Tenayan Raya dan Bukit Raya. "Nanti juga kecamatan Tampan. Sehingga yang padat bisa dilayani dengan efektif," sebutnya.

Angkutan fider ini nantinya akan menggunakan angkutan kota (angkot) atau oplet. Pemko berencana untuk bekerjasama dengan perusahaan yang tergabung dalam organda. "Maka kita tawarkan oplet ini, kita tawarkan ke organda dulu, supaya mereka tidak kehilangan pekerjaan," kata dia.

Anggaran operasional bus ini akan tetap disubsidi oleh Pemko Pekanbaru. "Subsidi itu rumusnya biaya operasional dikurangi pendapatan," kata dia. 

Jadi jumlah subsidi nantinya akan ditentukan berapa pendapatan yang dihasilkan bus TMP. Jika jumlah penumpang banyak, subsuidi akan kecil. "Semakin banyak penumpang semakin kecil subsidi. Kalau penumpangnya sedikit, biaya operasioan tidak berubah. Makanya subsidi banyak," jelasnya. 




Baca Juga Topik #riau+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+