ilustrasi (net)

Importir Keluhkan Pengurusan Rekomendasi Impor

Selasa, 02 April 2019 - 17:13:40 WIB

Tirainews.com - Importir bawang putih mengeluhkan proses keluarnya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang lama dari Kementerian Pertanian (Kementan). Padahal, pihaknya telah mengajukan rekomendasi sejak beberapa bulan lalu.

Menurut salah satu asosiasi importir bawang putih yang enggan disebutkan namanya, ia telah mengajukan rekomendasi impor bawang putih sejak Januari-Februari kemarin. Hanya saja, proses verifikasi lahan baru dilaksanakan Maret kemarin dan rekomendasi baru dikeluarkan pekan lalu.

"Importir sudah melakukan pengajuan permohonan RIPH via online dari bulan Januari, Februari. Seharusnya sudah dapat dilakukan verifikasi dari Januari sampai Februari, tapi baru dilakukan verifikasi lapangan dua minggu yang lalu," kata dia kepada detikFinance, Selasa (2/4/2019).

Lebih lanjut, ia berharap agar ke depan pemerintah bisa mempercepat proses pengeluaran rekomendasi impor. Dengan begitu, pihaknya bisa segera melaksanakan impor untuk memastikan pasokan di dalam negeri.

Loading...

"Seharusnya segera setelah importir memenuhi persyaratan untuk pengajuan RIPH dapat segera dilakukan verifikasi lahan agar segera terbit RIPH-nya. Keinginan importir adalah setelah kami melakukan kewajiban tanam dan melengkapi dokumen agar segera diterbitkan RIPH," terang dia.

Merespons keluhan importir, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Moh Ismail Wahab menjelaskan proses untuk mendapatkan rekomendasi impor dimulai dari tahapan penanaman wajib tanam oleh importir. Baru kemudian, importir bisa mengajukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) secara online.

"Ya mereka wajib tanam dulu sesuai dengan ketentuan mau impor berapa, ya 5%-nya itu yang ditanam. Baru setelah itu ngajuin RIPH melalui online," terangnya.

Ismail mengungkapkan setelah pengajuan online, dokumen permohonan akan dicek. Setelah itu, melakukan verifikasi di lapangan apakah sesuai dengan data dokumen atau tidak. Ia pun mengklaim proses tersebut tak memakan waktu yang lama, yakni hanya satu bulan dari pertama izin diajukan.

"Setelah itu kan validasi berkas, terus verifikasi itu ke lapangan. Baru kalau sesuai semua kita keluarkan RIPH. Itu nggak lama, sebulan dapat RIPH," tutur Ismail.
 




Baca Juga Topik #ekbis+
Business

Capaian Investasi EBT Masih 40 Persen

Jumat, 26 Oktober 2018
Business

Rupiah Berakhir Lesu di Level Rp15.220/USD

Senin, 29 Oktober 2018
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+
Ekonomi

Cirilink Ngeluh Avtur Mahal

Selasa, 15 Januari 2019
Ekonomi

Dolar AS Masih di Rp 15.200, Ini Kata BI...

Jumat, 19 Oktober 2018
Ekonomi

Penerimaan Pajak Masih Jauh dari Target Pemerintah

Selasa, 20 November 2018