Raja Ira

Guru Sertifikasi di Pekanbaru Ancam tidak Ikut Saat Ujian Nasional

Kamis, 04 April 2019 - 16:47:47 WIB

Tirainews.com - DPRD Kota Pekanbaru melakukan hearing untuk memfasilitasi guru dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyelesaikan permasalahan pembayaran Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP), Kamis (4/4/2019). 

Namun sayang, para guru yang hadir merasa kecewa lantaran Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT tidak hadir pada agenda hearing itu. Untuk itu, para guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini mengancam kembali demo. 

Tuntutannya masih sama, guru sertifikasi menuntut Pemko Pekanbaru merevisi Perwako Nomor 7 Tahun 2019 pasal 9 ayat 8,  yang membuat TPP mereka tidak dibayarkan. 

Bahkan, jika tidak ada titik temu terkait Perwako ini, ribuan guru sertifikasi akan menggelar demo akbar dari tanggal 22 - 25 April mendatang, serta tidak ikut serta dalam ujian nasional SD dan SMP.

Loading...

Perwakilan guru, Raja Ira menceritakan, sebelumnya Walikota Pekanbaru meminta perwakilan guru sertifikasi menemui Kemendagri, KemenPAN, dan Kemendikbud untuk mendapatkan pemahaman terkait regulasi yang menjadi landasan terbentuknya Perwako. Namun, kata dia, ketiga kementrian tersebut memberikan jawaban yang membela guru sertifikasi.

"Seharusnya Pak Walikota kembali mengundang kami setelah kembali dari kementrian, tapi kami lihat di agenda Pemko, sama sekali tidak ada agenda beliau untuk menemui kami hari ini. Inikan seperti tidak ingin menyelesaikan masalah," kata Ira. 

Ia menyebut, guru sertifikasi merasa kecewa dengan sikap Pemko Pekanbaru yang seolah tidak ingin menyelesaikan masalah Perwako tersebut.

"Dari kementrian bilangnya tidak masalah, selama APBD mencukupi, bahkan mereka senang gurunya disejahterakan. Lagipula regulasi Permendikbud nomor 10 dan 33 yang dijadikan acuan walikota itu mengatur APBN bukan APBD," jelasnya.

Atas dasar itu, Ia menegaskan, ribuan guru akan kembali menggelar aksi lagi Jumat tanggal 5 April 2019. Ia mengancam, aksi demo ini akan terus berlanjut hingga tanggal 11 mendatang. 

"Jika belum ada kata sepakat terkait Perwako ini. Tentu kita akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar lagi," jelasnya. 




Baca Juga Topik #riau+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+