Foto bersana saat Seminar Internasional sempena Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke 23

Techno Park Pelalawan Bukti Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Petani

Jumat, 12 April 2019 - 13:09:19 WIB

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengembangkan Techno Park dengan bidang fokus kelapa sawit. Tidak tanggung-tanggung Kawasan Techno Park ini memiliki luas 3754 ha.

Hal ini membuktikan pemerintah serius dalam mensejahterakan petani. Techno park ini merupakan satu dari 5 Techno Park percontohan di Indonesia. Techno Park Pelalawan dengan 7 zona, yakni zona pendidikan, riset, industri, pemukiman, konservasi, komersial, publik.

Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, ini merupakan upaya mewujudkan visi dan misi Techno Park Pelalawan, yakni pembangunan berbasis masyarakat dilakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit masyarakat sering dikebun sawit swadaya. Melalui kesepakatan 6 pihak Pemkab Pelalawan, BPPT, PT Rekayasa Enginering, PT Pindad Persero, DMSI, PPKS Medan.
 
"Petani sawit akan dikorporasi pengelolaan kebun sawitnya ke manajemen korporasi sehingga lebih mudah dan efektif," kata Harris.

Loading...

Dia menjelaskan, sertifikasi Lahan dengan program TORA, Pengurusan ISPO, pembangunan PKS dengan sistem BOT dan target 4 tahun pabrik sepenuhnya milik koperasi. Membangun berbagai pabrik yang mengelola limbah dan produk ikutan sebagai sumber pendapatan koperasi.

"Dengan program pemberdayaan akan meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani. Karena ada kepastian usaha , keuntungan penjualan TBS  dengan memperhitungkan janjangan kosong dan cangkang, harga jual lebih baik, dan adanya keuntungan bagi hasil koperasi," jelasnya.

Harris menambahkan, dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis IPTEK dan Inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa dan menghargai prestasi di bidang Iptek. Pada sektor perkebunan kelapa sawit merupakan komoditi yang memberikan kontribusi besar. PDRB, Lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan besar bagi masyarakat.

 Seminar bersempena Harteknas ke 23 tahun 2018. Dengan thema , " Pencapaian Industri Sawit Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global dengan Teknologi, Inovasi dan Edukasi Masyarakat Persawitan".

"Hakteknas sebagai upaya Wujudkan Inovasi Teknopolitan Menuju Industri Sawit Berkelanjutan Dan Kesejahteraan Petani," ungkapnya. 

Seminar bersempena Hakteknas ke 23 tahun 2018 itu mengambil tema, "Pencapaian Industri Sawit Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global dengan Teknologi, Inovasi dan Edukasi Masyarakat Persawitan".

Seminar ini ikut dihadiri Sekjend Kemen Perindustrian Dr Harris Munandar MA, Dirjen Kelembagaan DIKTI, Kepala BPPT Unggul, Deputi BPPT dan Jajaran. Forkopimda Riau dan Kabupaten Pelalawan, Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Dono Bustami, SPOI -UNDP Ir Dedi Junaidi, PPKS Medan, DMSI Sahat Sinaga, MAKSI Dr Darmono Taniwiryono, Assosiasi Industri Hilir atau Hulu Kelapa Sawit. 

Perwakilan perusahaan petusahaan Sawit, Delegasi Harteknas se Prov Riau, Delegasi Jepang Toshihide Nakajima, Yamamoto Taizo, Prof Eko Supriyanto, Para Rektor PTN dan PTS, Akademisi, Peneliti, Tokoh masyarakat, ormas, petani, pers, dengan jumlah total peserta sekitar 500 orang. (adv)




Baca Juga Topik #riau+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+