Ilustrasi (net)

8 Wanita Penghibur Terjaring Razia, Begini Kejadiannya

Sabtu, 04 Mei 2019 - 18:08:52 WIB

Tirainews.com - Satpol PP Kota Pekanbaru bersama Satpol PP Provinsi Riau menggelar razia gabungan, Jumat (3/5/2019) malam. Hasilnya 8 wanita penghibur bersama satu orang tamu diamankan. 

Diketahui, mereka tidak memiliki identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat terjaring razia. Razia yang dilakukan hingga Sabtu dini hari itu menyasar ke Happy Cafe di Jalan SM Amin.

Di sana, aksi adu mulut tak terelakkan antara petugas dengan wanita pengelola yang diketahui sebagai mami di tempat hiburan tersebut. “Apa ini kok main bawa-bawa saja. Tak bisa selesaikan di sini. Tunggu saya telpon pimpinan saya,” kata dia kepada petugas.

Tanpa menghiraukan, puluhan petugas membawa empat wanita bersama seorang tamu lelaki ke dalam truk operasional Satpol PP yang sudah disiapkan sebelumnya. Melihat kejadian itu, mami pun ikut naik ke dalam truk menuju lokasi target razia lain.

Loading...

Di tengah guyuran hujan deras, razia terus berlanjut mengitari Jalan SM Amin, dan berhenti di Karaoke Planet, yang masih beroperasional melanggar aturan yang semestinya tutup pada pukul 22.00 WIB. Satu persatu petugaspun turun berangsur memasuki ruang demi ruang  yang disiapkan di dalam.

“Razia apa ini, tunggu-tunggu,” teriak sejumlah tamu coba menghindar dari pemeriksaan petugas.

Puluhan tamu dan pemandu lagu dikumpulkan di ruang luas yang ada di dalam karaoke tersebut. Setelah didata, diketahui empat orang tak memiliki identitas.

Sama seperti yang dilakukan petugas sebelumnya, merekapun digiring ke dalam truk operasional kemudian dibawa ke Mako Satpol untuk dilakukan pendataaan.

Dua lokasi tersebut bukanlah target yang pertama kali didatangi petugas dalam razia yang digelar jelang bulan Ramadan tahun ini.

Sebelumnya, puluhan warung internet (warnet) yang menyediakan fasilitas game online sudah ditutup paksa karena menyalahi aturan jam operasional. Mulai dari warnet di sekitar Jalan Durian, diteruskan ke Jalan Sigunggung dan beberapa lokasi lain.

Bukan hanya itu, seluruh warung remang-remang juga dipaksa tutup termasuk penjual jagung bakar yang diduga menyiapkan fasilitas kepada pembeli berduaan digelapnya malam.

Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono yang memimpin langsung razia, mengatakan, akan menindak semua usaha yang melanggar peraturan daerah (perda) terkait hiburan umum dan ketertiban umum.

Khusus untuk razia yang dilakukan kali ini pihaknya memang fokus terhadap usaha hiburan warnet yang menyediakan fasilitas game online. Kemudian warung remang-reman, karaoke dan penjual jagung bakar yang diduga menyiapkan fasilitas kepada pembeli berduaan di tengah gelapnya malam.

“Bukan kali ini saja, razia akan terus berlanjut selama Ramadan. Bagi semua usaha yang melanggar perda baik tentang hiburan umum maupun ketertiban umum kita tindak,” tegas Agus usai razia.

“Untuk razia malam ini kita fokus ke warnet yang menyiapkan fasilitas game online.  Ditambah dengan warung remang-remang, karaoke dan penjual jagung,” tutupnya.




Baca Juga Topik #hukrim+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+