Ilustrasi (net)

Waspada, 5 Kasus Kejahatan Ini Sering Terjadi Saat Lebaran

Jumat, 24 Mei 2019 - 23:40:16 WIB

Tirainews.com - Seperti yang sudah-sudah, menjelang lebaran atau hari raya Idul fitri tingkat kejahatan cukup tinggi. Pola kejahatan di momen hari raya keagamaan ini terus terulang setiap tahun. 

Peningkatan tersebut dipicu beberapa faktor, seperti tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi pada Hari Raya. Berdasarkan pola yang terjadi pada tahun sebelumnya, ada lima kasus kriminal yang sering terjadi menjelang Lebaran:

1. Pencurian

Saat momen libur lebaran, biasa masyarakat menggunakan waktu untuk mudik ke kampung halaman. Tak jarang, rumah ditinggal dalam keadaan tidak berpenghuni. 

Loading...

Kesempatan ini pula yang diincar para pencuri. Tak jarang, ketika pulang, pemudik harus mendapati kenyataan rumahnya telah diacak-acak pencuri.

Bagi para pemilik rumah yang hendak mudik perlu meningkatkan keamanan rumah atau dengan berkoordinasi dengan tetangga atau pun pihak kepolisian.

2. Perampokan

Perampokan juga biasanya meningkat menjelang Lebaran. Perputaran uang saat menjelang lebaran biasanya cukup tinggi. Nasabah memanfaatkan menarik uang di bank untuk keperluan hari raya. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para perampok dengan mengincar nasabah bank yang mencairkan uang dalam jumlah besar.

Sebaiknya, bagi para nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar, mintalah pengawalan polisi demi keamanan.

3. Penjambretan dan Pencopetan

Kasus penjamretan dan pencopetan juga sering terjadi. Kedatangan ini biasanya dilakukan di terminal dan tempat-tempat publik. Pencopet dan penjambret menargetkan tas dan barang-barang kecil seperti ponsel atau dompet.

4. Gendam atau hipnosis

Kejahatan tipe ini biasanya menargetkan pemudik sebagai korban. Penggendam biasanya beraksi di terminal atau tempat keramaian.

Mereka membuat korban tidak berdaya dan ling-lung sehingga dapat mengambil barang berharga milik korban.

Beragam teknik digunakan penggendam, antara lain tepukan pada bagian punggung, cara berbicara yang intensif, dan lainnya.

5. Pembiusan

Target korban dan wilayah aksi kejahatan jenis ini kurang-lebih sama seperti gendam atau hipnosis: pemudik di tempat keramaian.

Pelaku akan berusaha akrab dengan calon korbannya seperti dengan mengajak ngobrol terutama dengan topik-topik yang emosional, seperti kesamaan tujuan.

Setelah itu, pelaku akan menawarkan minum atau makan yang sudah diberi obat bius. Apabila korban mengonsumsi pemberian tersebut, tak ayal akan jatuh dalam pengaruh obat. Ketika tak sadarkan diri, pelaku mengambil barang berharga korban.




Baca Juga Topik #hukrim+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+