Ilustrasi (net)

Restorasi Gambut di Provinsi Riau Belum Efektif

Ahad, 07 Juli 2019 - 12:24:32 WIB

Tirainews.com - Restorasi Gambut yang dilakukan pemerintah dan instansi terkait di Provinsi Riau belum efektif. Restorasi yang dibangun sejak beberapa tahun terakhir dinilai belum tepat sasaran. 

Koordinator Simpul Pantau Gambut Riau, Romes Irawan Putra menyebut, selama 2 tahun melihat aktivitas restorasi Gambut, pihaknya belum menemukan efektivitas restorasi berjalan dengan baik. Temuan itu setelah melakukan riset di desa 10 desa selama 2 minggu.

"Kita memantau komitmen negara dalam restorasi Gambut. Restorasi yang sudah dibangun seperti sekat kanal, sumur bor, jauh dari lokasi kebakaran," kata Romes, akhir pekan lalu. 

Kata dia, jika terjadi kebakaran, masyarakat sebenarnya bisa menggunakan restorasi yang sudah dilakukan. Namun, kenyataan di lapangan lokasi kebakaran itu jauh dari titik restorasi. 

Loading...

"Maka kami menyimpulkan bahwa belum efektif restorasi yang sudah dilakukan. Apakah ini kekurangan atau kesalahan dari perencanaan yang dilakukan oleh BRG (Badan Restorasi Gambut) atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) soal titik-titik restorasinya atau ini hanya berdasarkan rencana tindak tahunan saja," paparnya. 

Ia menyebut, jika tidak melakukan repeated assessment dalam restorasi gambut, restorasi akan menjadi percuma. "Assessment lapangan dulu, di setiap desa sehingga tau di titik mana yang rawan kebakaran. Sehingga restorasi juga bermanfaat bagi mitigasi kebakaran," jelasnya. 

Kata dia, 11 Kabupaten Kota di luar Kuantan Singingi seharusnya dilakukan monitoring yang intensif. Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada tidak punya anggaran untuk melakukan patroli, pemadaman. Selain itu, peralatan mereka sangat minim. 

"Sehingga kebakaran tetap terjadi. Setiap desa itu seharusnya restorasi dilakukan. Saya tidak tau juga kenapa BRG hanya melakukan restorasi di prioritas. Saat ini restorasi baru di 50 lebih desa dari tahun 2016 hingga sekarang," ungkapnya. 

Ditanya sudah seberapa luas restorasi dilakukan pemerintah dan instansi terkait, Ia menyebut, baru 74 ribu hektare. "Rilis BRG itu baru 74 ribu  dari total 992 hektare yang sudah dipulihkan. Itu pun di luar konsesi, yang banyak itu di dalam konsesi," jelasnya. 




Baca Juga Topik #nasional+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+