Ilustrasi (net)

Balita Usia 3 Tahun di Pekanbaru Meninggal Karena DBD

Rabu, 24 Juli 2019 - 16:50:05 WIB

Tirainews.com - Balita usia 3 tahun di Kota Pekanbaru meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Korban meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. 

Informasi ini diperoleh tirainews.com dari seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, pada tanggal 22 Juli lalu, ada seorang anak yang meninggal di Kelurahan Tangkerang Timur. Ia menduga anak itu meninggal karena DBD. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut, Balita yang meninggal berusia 3 tahun 11 bulan atas nama Klaryanda Gistian. 

Artinya, sejak awal tahun 2019 sudah ada dua korban meninggal akibat DBD. Pada April lalu satu anak meninggal di Kecamatan Sukajadi. 

Loading...

"Informasi terkait anak yang meninggal dunia 1 orang atas nama Klaryanda Gistian jenis kelamin laki-laki. Benar karena DBD," kata Maisel, Rabu (24/7/2019). 

Maisel menyebut, korban tinggal di Jalan Mangga Besar komplek perumahan Puri Amanah Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya. Kronologisnya kata Maisel, korban sebelumnya berada di rumah kakeknya di daerah panam, Kecamatan Tampan pada Senin, 15 juli 2019 lalu.

Kemudian, pada Rabu, 17 Juli 2019 pasien deman dan dibawa berobat ke klinik di Panam, di dekat rumah kakeknya. Setelah demam turun, korban dibawa kembali ke rumahnya di Jalan Mangga Besar pada Kamis 18 Juli 2019. 

"Malamnya pasien demam lagi. Hari jumat tanggal 19 Juli 2019 pasien dibawa ke klinik Salsa Harapan Raya. Malamnya, pasien panas tinggi," jelasnya.

Keesokan harinya, Sabtu 20 Juli pagi, korban sehat seperti biasa, dan sempat bermain dan berlari-lari. Namun,  pada Minggu 21 Juli dini hari, sekitar pukul 03.40 Wib, pasien dibawa ke RSUD Arifin Achmad dengan kondisi sudah kejang-kejang dan perdarahan.  

"Pasien sempat dirawat, hari Senin, 22 Juli pagi sekitar pukul 09.55 Wib, pasien meninggal dunia. Hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh petugas kesling puskesmas Tenayan Raya terdapat jentik nyamuk di kaleng cat di rumah pasien," jelasnya. 

Mengetahui hal itu, Diskes Pekanbaru pada hari Selasa, 23 Juli langsung melakukan fogging di rumah penderita DBD hingga radius 200 meter. Tindakan dilakukan untuk memutuskan mata rantai penularan DBD dengan membunuh nyamuk dewasa. 

"Kita menganjurkan kepada masyarakat setempat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan gotong-royong bersama. Kita juga memberikan edukasi serta penyuluhan kepada keluarga yang mendapat musibah untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3 M plus," jelasnya. 

Lanjutnya, penyuluhan oleh Puskesmas Tenayan Raya akan terus dilakukan kembali. Pada hari Minggu mendatang, pihaknya akan mengedukasi seluruh masyarakat di lingkungan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan mengirimkan surat imbauan kepada seluruh Camat se-Kota Pekanbaru untuk mengajak masyarakat wilayah kerjanya bergotong-royong dan menerapkan 3M Plus.

"DBD bisa diberantas jika terjadi kerjasama lintas sektor dengan baik. Sinergitas Pemerintah, swasta dan masyarakat. Tanpa kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat, sulit memberantas DBD," jelasnya. 

Dinas Kesehatan, kata dia, bertugas mengendalikan penyakit tersebut. Pengendalian bisa terwujud dengan baik, jika masyarakat juga peduli dengan lingkungan. 

Diberitakan sebelumnya, angka DBD di Kota Pekanbaru hingga minggu ke-29 tahun 2019 mencapai 284 kasus. Kecamatan Payung Sekaki saat ini tertinggi, yakni 55 kasus. 

Jumlah kasus DBD di Pekanbaru Minggu ke-29 Tahun 2019 :

Sukajadi 36 kasus
Senapelan 15 kasus
Pekanbaru Kota 5 kasus
Rumbai Pesisir 12 kasus
Rumbai 13 kasus
Limapuluh 10 kasus
Sail 11 kasus
Bukit Raya 22 kasus
Marpoyan Damai 31 kasus
Tenayan Raya 25 kasus
Tampan 49 kasus
Payung Sekaki 55 kasus

Total : 284 Kasus




Baca Juga Topik #DBD+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+