Ilustrasi (net)

Disdik Pekanbaru Belum Liburkan Sekolah, Ponpes Putri Ummu Sulaim Butuh Tabung Oksigen

Senin, 09 September 2019 - 21:25:02 WIB

Tirainews.com - Kabut asap di Kota Pekanbaru semakin pekat, Senin (9/9/2019). Beberapa sekolah swasta sudah mulai meliburkan dan memulangkan siswa lebih awal. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, Disdik akan meliburkan peserta didik, mulai PAUD, TK dan SD saat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dalam rentang 200 hingga 299. 

Angka ISPU dalam rentang itu sudah sangat tidak sehat atau level merah. Sementara, angka ISPU yang ditampilkan alat milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menunjukkan angka 88 atau sedang. 

"Kalau mendekati 200 baru mulai diburkan. Kita tetap berperdoman ke sana," kata Abdul Jamal. 

Loading...

Disdik berpedoman kepada surat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru. Jamal menyebut, surat tersebut berisi tindakan penanganan dampak bahaya asap. Tindakan yang dilakukan sesuai kondisi ISPU.

"Saat ISPU dalam rentang 101 hingga 199 atau kualitas udara tidak sehat atau level kuning. Pada kondisi ini peserta didik harus kurangi aktivitas di luar ruangan," jelasnya. 

Peserta didik harus mengenakan masker saat keluar ruangan. Saat ISPU menunjukan angka lebih dari 300 maka dinas bisa meliburkan seluruh peserta didik, hingga ke tingkat SMP. 

Sebab, angka itu menunjukkan udara saat itu sangat berbahaya atau masuk level hitam. Namun Jamal menyebut bahwa pihaknya memberi kewenangan kepada sekolah untuk ambil kebijakan secara situasional.

"Bagi sekolah yang kabut asapnya cukup tebal bisa memulangkan siswa lebih cepat. Tapi tetap kordinasi ke dinas," jelasnya. 

Sementara itu, ratusan santriwati Pondok pesantren (Ponpes) Putri Ummu Sulaim terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ada 109 yang terpaksa libur akibat terpapar kabut asap. 

Kasi PD Pontren Kemenag Kota Pekanbaru, Abdul Wahid mengatakan, sebagian ada yang sakit, sebagian lain ada yang diizinkan pulang. "Untuk santriwati yang terdampak asap saat ini sudah menghabiskan 12 tabung oksigen," kata Abdul Wahid. 

Sebelum, proses belajar mengajar dihentikan, santri masih sempat belajar dengan memperpendek waktu jam pembelajaran. Namun melihat situasi kabut asap yang makin tebal, Ponpes yang berada di Jalan Melur Indah Nomor 23, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, akhirnya memutuskan meliburkan santriwati.

"Dapat informasi, langsung cek kondisi santri di sana. Tadi lihat kondisi santri yang dirawat di kamar saat menggunakan tabung oksigen," ungkapnya. 

Data santriwati yang tidak hadir karena terpapar ISPA terbanyak di kelas tiga, yaitu 27 santriwati. Di kelas enam sebanyak 25 santriwati, kelas lima 19 santriwati, kelas dua 18 santriwati, kelas satu 13 santriwati dan kelas empat ada tujuh santriwati.

"Kepada pihak Diskes untuk dapat mengunjungi pesantren-pesantren untuk memberikan bantuan masker," kata dia. 

Ia berharap Diskes bisa memberikan sosialisasi kepada pesantren, santri maupun orangtua terkait cara penanggulangan jika terpapar asap. "Kalau bisa Diskes datang memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Ponpes. Karena mereka banyak yang tidak tahu harus mengadu kemana," jelasnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tenayan Raya. Kata dia, sebaiknya pimpinan Ponpes berkoordinasi dengan Puskesmas Tenayan Raya. 

"Nanti kami siap bantu pelayanan," kata Amin. 

Selain dari Ponpes, pihaknya belum ada menerima laporan lainnya terkait siswa yang terpapar ISPA. Meski begitu, jika diperlukan pihaknya siap membantu dan memberikan pelayanan kepada pasien. "Untuk pendidikan belum ada yang masuk. Kami siap membantu," kata dia. 




Baca Juga Topik #Karhutla+
Business

Terpapar Asap, Nurhadisyah Keluhkan Sesak Nafas

Rabu, 18 September 2019
Business

Warga Pekanbaru Keluhkan Sesak dan Pusing

Senin, 16 September 2019
Business

Pemko Pekanbaru Kembali Perpanjang Libur Sekolah

Ahad, 15 September 2019
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+