Muhammad Amin

Diskes Pekanbaru Bantah Bayi Tiga Hari Meninggal Karena Kabut Asap

Kamis, 19 September 2019 - 19:49:36 WIB

Tirainews.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru membantah bayi yang meninggal karena kabut asap di Kecamatan Tenayan Raya. Diskes menduga, bayi pasangan Evar dan Lasmayani meninggal diduga karena penyumbatan saluran nafas.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru M Amin menjelaskan, bayi yang lahir pada tanggal 16 September 2019 pukul 16.45 Wib itu lahir di Bidan Praktek Mandiri secara Normal (Pervaginam) dengan BBL 2,8 kg dengan panjang 49 cm. 

Saat lahir, bayi itu dalam kondisi sehat. Pada tanggal 17 September 2019 bidan penolong persalinan dihubungi oleh keluarga pasien dengan keluhan demam. 

Suhu tubuh bayi itu mencapai 39.5 °C. Bidan memberikan obat penurun panas sebanyak seperempat sendok teh dan menganjurkan bayi dikompres. 

Loading...

"Pada pukul 16.00 Wib, diperiksa kembali kondisi suhu badan bayi sudah turun menjadi 38°C," kata Amin dalam keterangan rilisnya. 

Lanjutnya, sejak lahir bayi belum mendapat ASI. Korban baru mendapatkan ASI pada hari kedua dan ketiga. "Selama bayi disusui tidak pernah disendawakan karena ibu belum pandai cara menyendawakan bayinya," kata dia. 

Kemudian, pada tanggal 18 September 2019 bidan melakukan homecare ke rumah bayi dan menemukan kondisi bayi setelah diperiksa suhu badannya 37 °C. Pukul 19.00 WIB bidan dipanggil orangtua kembali ke rumah dengan keluhan bayi biru, muntah dan keluar cairan dari hidung berwarna bening beberapa lama setelah bayi diberikan ASI. 

"Bayi diperiksa bidan dan ditemukan suhu badannya 42 °C dan langsung di rujuk ke RS didampingi dengan bidan untuk penanganan lebih lanjut. Pasien diantar oleh bidan ke RS. Sampai di RS bayi dinyatakan sudah meninggal di perjalanan," jelasnya. 

Berdasarkan kronologis setelah bayi lahir sampai meninggal, Diskes menduga kematian bayi bukan disebabkan ISPA ataupun Kabut Asap. Namun bisa diduga akibat penyumbatan saluran nafas.  




Baca Juga Topik #Karhutla+
Business

Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Senin, 23 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Ahad, 22 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Jumat, 20 September 2019
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+