Wacana Kereta Gantung Puncak Bogor Hidup Lagi, Masuk Tahap Kajian Trase dan Investasi

Pemerintah Kabupaten Bogor mengkaji ulang wacana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak sebagai alternatif transportasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Penulis: Fajar
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:03:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Wacana pembangunan kereta gantung di Puncak Bogor kembali mencuat setelah sempat menghilang dari pembahasan publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyebut moda transportasi ini menjadi alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan di jalur wisata yang kerap lumpuh pada akhir pekan dan musim liburan.

"Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak merupakan salah satu alternatif pengembangan transportasi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di jalur Puncak," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, Senin (24/8).

Konsep Integrasi dengan Bus Listrik Pakansari-Puncak

Berbeda dari wacana sebelumnya yang berdiri sendiri, konsep anyar ini dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi terpadu. Kereta gantung nantinya akan terhubung dengan bus listrik yang tengah dipertimbangkan untuk diaktifkan dengan rute Stadion Pakansari menuju Puncak.

"Konsep kereta gantung nantinya diarahkan untuk menghubungkan sejumlah titik strategis di kawasan Puncak. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan moda transportasi selain kendaraan pribadi," kata Ajat.

Selain fungsi mobilitas, proyek ini diharapkan mendorong perputaran ekonomi lokal. Ajat menambahkan, kehadiran kereta gantung dapat mengerek kunjungan wisatawan sekaligus memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Puncak.

Daftar Kajian yang Menentukan Nasib Proyek

Pemkab Bogor belum berani mematok target pembangunan fisik. Ajat menegaskan bahwa rencana ini masih berada di tahap pengkajian yang mencakup sejumlah aspek fundamental, mulai dari teknis hingga finansial.

  • Trase atau jalur lintasan kereta gantung yang aman dan tidak mengganggu pemandangan kawasan lindung.
  • Kapasitas angkut penumpang yang disesuaikan dengan proyeksi jumlah wisatawan.
  • Aspek keselamatan dan mitigasi risiko operasional di medan berbukit.
  • Dampak lingkungan serta kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
  • Kebutuhan lahan dan potensi konflik kepemilikan tanah.
  • Kelayakan investasi dan skema pembiayaan, termasuk potensi kerja sama dengan swasta.

"Kajian tersebut antara lain mencakup trase, kapasitas angkutan, aspek keselamatan, dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi dengan moda transportasi lain hingga kelayakan investasi," ucap Ajat.

Ujian Berat di Kawasan Konservasi

Langkah Pemkab Bogor tidak akan mudah. Kawasan Puncak merupakan wilayah dengan regulasi ketat terkait konservasi air dan tata ruang. Setiap pembangunan fisik di sana kerap berbenturan dengan izin lingkungan serta keberadaan lahan milik negara maupun perhutani.

Wacana kereta gantung sejatinya pernah mengemuka pada beberapa tahun terakhir, namun selalu kandas di tahap studi kelayakan. Kini, dengan adanya rencana integrasi bus listrik, pemerintah daerah mencoba menyodorkan paket solusi transportasi yang lebih komprehensif untuk salah satu destinasi wisata darat terpadat di Indonesia.

Belum ada kepastian kapan kajian tersebut rampung. Publik hanya bisa menunggu apakah proyek ini akan bernasib sama seperti wacana masa lalu, atau kali ini benar-benar berlanjut ke tahap perencanaan detail.

Reporter: Fajar