TIRAINEWS.COM — Setiap penerima mendapat 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, sehingga total per PBP mencapai 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog dalam menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Rincian Alokasi di Lampung dan Lampung Selatan
Di Kabupaten Lampung Selatan, bantuan disalurkan kepada 182 ribu PBP dengan total alokasi hampir 5,5 ribu ton beras. Adapun di Desa Pisang, program ini menyasar 233 PBP dengan total bantuan hampir 7 ribu kilogram beras untuk tiga bulan.
Bulog memastikan kesiapan operasional dan distribusi hingga tingkat wilayah. Proses penyaluran didampingi langsung oleh jajaran Bulog daerah yang bertugas di KDMP Pisang.
Bantuan Lanjutan Oktober–Desember 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bantuan pangan akan berlanjut untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026. Pemerintah menambah alokasi hingga 1 juta ton beras bagi sekitar 33,2 juta PBP.
"Bantuan lanjutan ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat, terutama memasuki masa paceklik ketika masyarakat menghadapi tantangan dalam memperoleh beras. Kebijakan tersebut telah diusulkan kepada Presiden dan mendapat persetujuan," kata Zulkifli Hasan.
Penambahan alokasi ini menandai perluasan cakupan program dibanding periode sebelumnya. Jumlah PBP yang dilayani pada Oktober–Desember 2026 melonjak signifikan dari 1,2 juta penerima di Lampung saja, menjadi 33,2 juta penerima secara nasional.
Stok dan Jaringan Distribusi Jadi Kunci
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah, dengan dukungan ketersediaan stok dan jaringan pergudangan yang tersebar di seluruh wilayah.
"Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah dengan memastikan ketersediaan stok serta kelancaran penyaluran bantuan pangan hingga diterima oleh masyarakat yang berhak," ujar Ahmad Rizal.
Penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung stabilitas pasokan dan harga beras. Bulog akan bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas.
Dampak ke Pasar Beras
Program ini berpotensi menahan tekanan harga beras di pasar lokal, terutama menjelang masa paceklik. Bagi pelaku pasar, penyerapan stok oleh Bulog dalam volume besar dapat memengaruhi dinamika pasokan di tingkat produsen dan pedagang besar.
Pemerintah menargetkan penyaluran berjalan tanpa hambatan hingga akhir tahun. Investasi mengandung risiko.