Review Film The Dog Stars: Ridley Scott Rilis Drama Pascapandemi yang Menyentuh
TIRAINEWS.COM — Ridley Scott, sutradara di balik mahakarya seperti Alien, Blade Runner, dan The Martian, kembali dengan karya terbarunya yang berjudul The Dog Stars. Berbeda dari film-film fiksi ilmiahnya yang megah, film ini justru mengambil skala lebih kecil dan intim, mengangkat kisah tentang kemanusiaan di tengah dunia yang hancur. Menariknya, film ini dilaporkan hanya memakan waktu produksi 34 hari, sebuah angka yang cukup singkat untuk standar produksi film Hollywood.
Sinopsis: Pilot, Anjing, dan Sinyal Misterius
The Dog Stars diadaptasi dari novel karya Peter Heller yang terbit pada 2012. Ceritanya berfokus pada Hig (Jacob Elordi), seorang pilot muda yang selamat dari pandemi mematikan yang hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Ia tinggal di sebuah bandara terpencil di Colorado bersama anjing kesayangannya, Jasper, dan seorang survivalis militer yang keras bernama Bangley (Josh Brolin).
Kehidupan mereka yang monoton berubah total setelah menangkap sinyal radio misterius dari tempat bernama Grand Junction. Sinyal ini mendorong Hig untuk meninggalkan zona amannya dan menjelajahi dunia luar yang jauh lebih berbahaya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan penyintas lain, termasuk Cima (Margaret Qualley) dan ayahnya, Pops (Guy Pearce).
Kelebihan: Sentuhan Emosional dan Visual yang Memukau
Alih-alih berfokus pada aksi dan kekacauan, Scott justru memilih mengeksplorasi sisi emosional dari akhir dunia. Film ini menyoroti pertanyaan mendasar: apakah bertahan hidup cukup jika tidak ada lagi yang layak diperjuangkan? Konflik moral antara Hig yang humanis dan Bangley yang pragmatis menjadi inti drama yang menarik untuk diikuti.
Dari sisi teknis, film ini adalah pesta visual. Sinematografinya berhasil menangkap keindahan yang muram, mulai dari pemandangan pegunungan dari ketinggian hingga kabut yang mencekam. Musik pengiringnya juga patut diacungi jempol, dengan nuansa yang mengingatkan pada soundtrack game The Last of Us, menambah kedalaman emosi di setiap adegan.
Kekurangan: Pacing Lambat dan Klimaks yang Kurang Greget
Sayangnya, kekuatan tersebut tidak didukung oleh struktur narasi yang solid. Banyak kritik menyoroti pacing film yang terasa janggal dan klimaks yang kurang berdampak. Tone film yang berusaha menggabungkan drama karakter dengan ketegangan thriller juga terkesan ambigu, membuat penonton kesulitan menentukan arah cerita.
Meskipun ambisius, arahan Scott terasa kurang fokus di beberapa bagian. Tanpa akting solid dari para pemeran utama, khususnya Josh Brolin dan Guy Pearce, film ini mungkin akan kehilangan daya tariknya. Namun, hubungan antara Hig dan anjingnya, Jasper, menjadi salah satu elemen paling manis dan menyentuh dalam film.
Kesimpulan: Layak Ditonton Penggemar Drama Karakter
The Dog Stars bukanlah film aksi apokaliptik yang penuh ledakan. Ini adalah drama gelap tentang kemanusiaan, harapan, dan koneksi di tengah kehancuran. Bagi Anda yang mencari tontonan dengan karakter kuat dan sinematografi indah, film ini tetap layak masuk daftar tontonan. Namun, bagi yang mengharapkan ketegangan ala The Walking Dead, film ini mungkin akan terasa terlalu lambat dan kontemplatif.
Film ini akan tayang di bioskop mulai 28 Agustus. Jika Anda penggemar karya Ridley Scott atau menyukai film drama pasca-apokaliptik yang intim, The Dog Stars bisa menjadi pilihan yang menarik meski tidak sempurna.