Banjir Bandang Nepal-Tibet: 341 WNA Hilang, Ini Daftar Negara Asal dan Jumlah Korban
TIRAINEWS.COM — Musibah besar tengah melanda kawasan trekking favorit dunia. Banjir bandang yang menerjang Distrik Rasuwa dan sekitarnya di Nepal, dekat perbatasan Tibet, pada Rabu (26/8/2026) tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga memutus kontak dengan ratusan wisatawan mancanegara. Dewan Pariwisata Nepal mencatat 93 warga Nepal juga masih belum ditemukan, menjadikan total orang hilang mencapai lebih dari 430 jiwa.
Kejadian ini terjadi di tengah musim pendakian yang biasanya ramai. Nepal selama ini menjadi magnet bagi pendaki dan penjelajah dari berbagai negara yang ingin menaklukkan puncak-puncak tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest. Kini, para keluarga di berbagai belahan dunia menanti kabar dengan cemas.
Negara dengan Warga Negara Hilang Terbanyak
India menjadi negara yang paling terdampak dengan 142 warganya dilaporkan hilang. Mereka berada di Nepal bersama tiga agen perjalanan, yaitu Samrat Tours & Travels, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier. Angka ini jauh melampaui negara lain dan menjadi prioritas utama tim pencari dari Kepolisian Pariwisata Nepal.
Australia menyusul dengan laporan 34 warganya yang belum ditemukan. Kementerian Luar Negeri Australia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Nepal dan operator tur setempat. "Kami mengetahui ada sejumlah warga Australia di wilayah tersebut dan pejabat Australia sedang bekerja keras untuk memastikan kondisi mereka," ucap perwakilan Kementerian Luar Negeri Australia.
Ukraina melaporkan 53 orang hilang, dengan 46 di antaranya merupakan satu rombongan wisatawan yang kehilangan kontak dengan otoritas Nepal. Malaysia juga mengonfirmasi 17 warganya yang bepergian dengan Fishtail Tours & Travels belum ditemukan, sementara kedutaan di Kathmandu menerima laporan 11 warga Malaysia di Distrik Rasuwa telah kehilangan kontak.
Negara Lain yang Terdampak
Inggris melaporkan 12 warganya yang bepergian bersama Alpine Eco Trek belum diketahui keberadaannya. Afrika Selatan juga kehilangan empat warganya yang menggunakan agen perjalanan yang sama dengan wisatawan Inggris tersebut. Beberapa warga Amerika Serikat yang bepergian dengan Fishtail Tours & Travels juga masih belum ditemukan.
Korea Selatan melaporkan sembilan warganya yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air hilang, dengan 10 lainnya terjebak akibat banjir. Mereka merupakan pekerja Korea Energy dan Doosan Enerbility Co. Pemerintah Nepal telah mengerahkan tim penyelamat khusus untuk mencari para pekerja tersebut.
Portugal melaporkan dua warganya, seorang perempuan dan seorang laki-laki, hilang akibat banjir. "Kami terus memantau situasi dari menit ke menit," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Portugal. Belanda juga melaporkan satu warganya yang bepergian dengan perusahaan yang sama dengan wisatawan Australia belum diketahui keberadaannya.
Italia menyebut dua warganya bersama seorang pemandu sempat terjebak di hulu longsor, tetapi telah mendapat bantuan. Pemerintah Italia mengetahui sekitar 90 warganya berada di Nepal dan Tibet dan masih mengecek kemungkinan adanya warga yang terdampak.
Operator Tur dan Upaya Pencarian
Beberapa agen perjalanan melaporkan wisatawan mancanegara yang hilang, tetapi kewarganegaraannya belum diketahui. Trekkers Society mencatat 77 orang hilang, Kailash Journey 26 orang, dan Richa Tours & Travels delapan orang. Pemerintah Nepal telah mengerahkan tim penyelamat gabungan untuk mencari para korban di area terdampak.
Bagi traveler yang berencana ke Nepal dalam waktu dekat, penting untuk memantau informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri negara masing-masing dan menghindari perjalanan ke area terdampak. Konfirmasi kondisi terkini dapat dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kathmandu atau Dewan Pariwisata Nepal sebelum memutuskan berangkat. Situasi ini menjadi pengingat bahwa keindahan Himalaya datang dengan risiko alam yang nyata, terutama saat musim hujan.