Sony Hentikan Produksi Game Fisik PlayStation pada 2028, State of Play September 2026 Bawa Kabar Ini
TIRAINEWS.COM — Keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation pada 2028 berbuntut panjang. Di satu sisi, langkah ini dianggap sejalan dengan tren digitalisasi industri game. Di sisi lain, sejumlah gamer meragukan apakah transisi ini bakal menguntungkan konsumen atau justru sebaliknya.
Salah satu yang paling kritis adalah mantan eksekutif Square Enix. Ia menilai game PlayStation tanpa disc seharusnya dijual lebih murah ketimbang versi fisik. Logikanya sederhana: model distribusi digital memangkas biaya produksi, pengemasan, dan logistik.
Mengapa Game Digital Harus Lebih Murah?
Mantan eksekutif Square Enix itu menekankan bahwa efisiensi biaya distribusi digital semestinya berdampak pada harga akhir di konsumen. Selama ini, harga game fisik sudah mengantongi ongkos cetak disc, desain cover, hingga biaya pengiriman ke toko ritel. Biaya-biaya itu tidak ada dalam penjualan digital.
Menurutnya, konsumen yang membeli game digital seharusnya menikmati selisih harga tersebut. Ini bisa menjadi pembeda besar, apalagi dalam ekosistem PlayStation yang masih mengandalkan penjualan berbasis region.
Semarak Wacana Maskot Baru di Tengah Transisi
Di tengah hiruk-pikuk wacana penghentian game fisik, Sony juga dikabarkan tengah menjajaki pembuatan maskot baru. Kabar ini menarik karena targetnya ambisius: menyaingi popularitas Hello Kitty milik Sanrio.
Kedua isu ini akan menjadi sorotan utama pada State of Play September 2026. Gamer berharap Sony tidak hanya memamerkan jajaran game anyar, tapi juga memberi kejelasan soal masa depan distribusi fisik di pasar seperti Indonesia.
Pasalnya, penetrasi internet dan preferensi koleksi fisik di Tanah Air masih terbelah. Sebagian gamer Indonesia masih menggandrungi edisi fisik karena bisa dipinjamkan, dijual kembali, atau sekadar dipajang. Kebijakan yang terlalu agresif tanpa kompensasi harga bisa memicu resistensi.
Apa yang Perlu Dipantau Gamer
Keputusan final soal produksi game fisik jelas berdampak pada perilaku belanja gamer dalam beberapa tahun ke depan. Apakah Sony akan memberlakukan harga khusus untuk pasar Asia Tenggara, atau justru menyamakan dengan harga global? Itu pertanyaan yang belum terjawab.
Untuk sekarang, gamer bisa memantau pengumuman resmi di State of Play September 2026. Acara ini akan menjadi panggung bagi Sony untuk menjernihkan arah kebijakannya sebelum tenggat 2028 tiba.