Lanud Roesmin Nurjadin Kerahkan Jet Tempur F-16 Sisir Titik Rawan Karhutla di Wilayah Riau

Jet tempur F-16 TNI AU terbang melintasi wilayah Riau untuk memetakan titik rawan karhutla dalam patroli udara terpadu.
Penulis: Saiful
Senin, 07 September 2026 | 19:00:31 WIB

PEKANBARU — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru memaksimalkan patroli udara dengan jet tempur F-16 guna memetakan potensi titik api dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. Langkah ini memadukan pemantauan lingkungan langsung dengan program latihan terbang rutin Skadron Udara 16.

Kawasan latihan tempur udara Lanud Roesmin Nurjadin diketahui melintasi sejumlah bentang lahan yang masuk dalam peta kerawanan kebakaran lahan gambut dan kawasan hutan di Bumi Lancang Kuning.

Manfaatkan Daya Jelajah F-16 untuk Deteksi Dini Titik Api

Penggunaan armada tempur modern ini dinilai memberikan keuntungan teknis yang signifikan dalam memantau sebaran asap dan api dari ketinggian. Jet tempur jenis F-16 memiliki kecepatan serta daya jelajah luas, memungkinkan pilot memindai areal daratan secara cepat.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyatakan penggabungan agenda latihan dan patroli bencana karhutla ini adalah strategi yang efisien di lapangan.

“Dengan cakupan wilayah yang luas, pemantauan dari udara dapat membantu melihat kondisi lapangan secara cepat sehingga potensi kebakaran bisa diketahui lebih awal,” ujar Abdul Haris, Senin (7/9/2026).

Lewat misi ganda ini, penerbang tempur dilatih membaca situasi darat secara akurat dari kokpit sembari mengumpulkan data visual wilayah yang rentan terbakar.

Asah Naluri Operasi Pilot Tempur Skadron Udara 16

Keterlibatan pilot dalam pemantauan lingkungan dinilai membawa dampak ganda bagi kesiapsiagaan prajurit. Marsma TNI Abdul Haris memaparkan bahwa kemampuan menganalisis dinamika di permukaan bumi merupakan keahlian krusial bagi seorang penerbang militer.

Melihat kondisi riil di bawah jalur lintasan penerbangan memperkaya pengalaman terbang operasional para prajurit. Kesiapan tempur skadron tetap terasah optimal tanpa mengesampingkan misi perlindungan lingkungan di daerah.

Perkuat Kolaborasi Bersama Satgas Penanganan Karhutla

Penanggulangan bencana kabut asap dan kebakaran lahan membutuhkan sinergi lintas lembaga yang berkelanjutan. Penanganan karhutla mustahil dituntaskan jika hanya bertumpu pada satu instansi semata.

TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Riau, BPBD, kepolisian, dan seluruh elemen yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

“Kami siap mendukung langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui kemampuan yang dimiliki TNI AU, termasuk pemantauan dari udara,” tutupnya.

Reporter: Saiful