Mendag: Produk Asing Kuasai Pasar RI karena Modal Iklan Besar

Mendag Budi Santoso membuka Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Penulis: Saiful
Kamis, 10 September 2026 | 08:02:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Budi menyampaikan hal ini saat membuka acara Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9). Menurutnya, kualitas produk lokal tak kalah dari barang impor.

"Banyak produk asing yang masuk ke Indonesia sebenarnya kualitasnya tidak jauh beda dengan kita, tapi dia pintar jualan. Dia modalnya besar untuk beriklan," ujar Budi dalam sambutannya.

Waralaba Makanan Asing Jadi Contoh Nyata

Budi menunjuk ekspansi waralaba makanan asing sebagai bukti bagaimana promosi masif bisa menguasai pasar. Produk-produk tersebut viral bukan semata karena rasanya, tetapi karena strategi pemasaran yang agresif dan berkelanjutan.

"Produk makanan yang waralaba itu kan kita juga banyak sekali. Produk waralaba asing itu karena promosinya bagus, dia bisa menguasai pasar Indonesia," ujarnya.

Sebaliknya, banyak waralaba makanan lokal yang sebenarnya punya potensi serupa justru kurang dikenal. Penyebabnya, kata Budi, keterbatasan modal untuk promosi.

"Mereka mungkin modalnya enggak besar, sehingga promosinya kurang," ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

AI Jadi Jalan Pintas Menembus Pasar Global

Untuk menutup kesenjangan modal promosi, Budi mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan kecerdasan buatan. Teknologi ini dinilai bisa memperluas jangkauan pasar tanpa biaya sebesar iklan konvensional.

"Memang ini orientasinya untuk ekspor, tetapi kita namanya jualan, pasar di dalam negeri juga besar. Jadi kita pasarnya di dalam negeri dan pasar ekspor. Saya pikir dengan AI nanti lebih mudah kita bisa menembus pasar global," ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Meta Indonesia memberikan pembekalan kepada ratusan pelaku UKM soal pemanfaatan AI untuk pemasaran digital. Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia Berni Moestafa menyebut program ini sejalan dengan prioritas Kementerian Perdagangan memperluas pasar ekspor.

"Itulah sebabnya materi program tidak hanya soal AI, tapi juga persiapan dan kesiapan ekspor yang dibawakan langsung oleh atase perdagangan Kementerian Perdagangan," ujar Berni.

Exposure, Bukan Kualitas, Jadi Hambatan Utama UKM

Berni mengungkapkan tantangan terbesar UKM Indonesia bukan terletak pada mutu produk, melainkan minimnya paparan di pasar luar negeri. Meta menawarkan sejumlah fitur untuk menjawab persoalan itu.

Fitur Advantage Plus membantu UKM menyusun strategi pemasaran, mengembangkan konten visual, menulis copywriting, hingga menerjemahkan caption ke bahasa negara tujuan. Ada pula Meta Business Agent yang berfungsi sebagai asisten virtual untuk merespons calon pembeli selama 24 jam penuh.

Bagi pelaku UMKM, pelatihan ini membuka opsi menjangkau pembeli lintas negara tanpa harus membangun tim pemasaran besar. Bagi pemerintah, adopsi AI di kalangan usaha kecil menjadi cara memperkuat ekspor tanpa mengandalkan subsidi modal.

Reporter: Saiful