BYD Targetkan Penjualan Global 2 Juta Unit 2026, Pabrik Indonesia Mulai Produksi

Pabrik BYD di Indonesia mulai berproduksi sebagai bagian dari strategi lokalisasi pasar global.
Penulis: Fajar
Kamis, 10 September 2026 | 11:02:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Proyeksi tersebut disampaikan manajemen BYD dalam pertemuan dengan investor. Perusahaan asal China ini menyebut pasar internasional sebagai mesin pertumbuhan utama, seiring persaingan kendaraan energi baru (NEV) di kampung halaman mereka yang semakin ketat.

Rekor bulanan tercatat pada Agustus 2026. Pengiriman ke luar negeri mencapai 188.746 unit, tumbuh 134,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Keterbatasan Kapal Jadi Penghambat Ekspor

BYD mengakui kapasitas transportasi masih menahan laju ekspor. Keterbatasan sumber daya pengiriman disebut sebagai salah satu faktor utama yang membatasi pertumbuhan penjualan internasional.

Karena itu, penambahan kapasitas logistik dan jaringan pengiriman masuk dalam prioritas strategi ekspansi mereka, bukan sekadar menambah lini produksi.

Pabrik Indonesia Beroperasi, Brasil dan Hungaria Menyusul

Lokalisasi produksi menjadi kunci BYD mendekatkan kendaraan dengan pasar sekaligus menekan biaya. Pabrik di Indonesia sudah mulai berproduksi, sementara fasilitas di Brasil terus meningkatkan kapasitas dengan target tahunan 300.000 unit.

Di Eropa, pabrik Hungaria diperkirakan mulai merakit kendaraan pada November atau Desember 2026. BYD juga masih mengevaluasi sejumlah lokasi baru untuk fasilitas produksi di luar negeri.

Laba rata-rata per kendaraan di pasar luar negeri disebut mencapai sekitar RMB20.000 atau setara US$3.000 pada semester pertama 2026. Meski nilai tukar berfluktuasi, perusahaan memperkirakan tingkat profitabilitas tetap relatif stabil.

Produksi lokal berpotensi menghadapi tekanan di tahap awal karena utilisasi pabrik belum optimal. Namun setelah beroperasi stabil satu hingga dua tahun, BYD memperkirakan biaya produksi lokal bisa lebih kompetitif dibanding mengirim unit dari China.

Charging Megawatt: 90.000 Stasiun di China pada 2028

Ekosistem pengisian daya dibangun paralel dengan penjualan kendaraan. Di China, BYD menargetkan 20.000 stasiun pengisian megawatt hingga akhir 2026, ditambah 30.000 stasiun pada 2027 dan 40.000 stasiun pada 2028.

Jika terealisasi, total jaringan charging megawatt BYD di China akan menyentuh sekitar 90.000 stasiun pada 2028. Hingga 28 Agustus 2026, perusahaan mengklaim telah mengoperasikan sekitar 10.000 stasiun di 332 kota.

Untuk pasar internasional, BYD memanfaatkan jaringan global Shell. Target jangka pendeknya 6.000 stasiun, dengan ekspansi yang sudah menyasar Jerman dan Inggris.

Backlog 250.000 Unit di Model Pengisian Cepat

Pasokan baterai masih jadi persoalan. Model yang mendukung teknologi pengisian daya cepat memiliki backlog sekitar 250.000 unit, sehingga kapasitas produksi baterai menentukan kemampuan BYD memenuhi permintaan.

Perusahaan memperkirakan keterbatasan kapasitas Blade Battery generasi kedua bisa teratasi sepenuhnya pada kuartal pertama 2027.

Intelligent Driving dan Persiapan Regulasi L3

Teknologi mengemudi cerdas menjadi fokus investasi berikutnya. BYD memperkirakan sistem intelligent driving yang dikembangkan internal akan mengalami peningkatan signifikan pada 2027, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi implementasi regulasi autonomous driving Level 3 di China.

Strategi rantai pasok terbuka tetap dipertahankan dengan memberi ruang bagi pemasok eksternal untuk bersaing. Skala produksi, data pengguna, dan integrasi perangkat keras secara vertikal menjadi penguat keunggulan teknologi mereka.

Reporter: Fajar