BYD Bawa M6 Produksi Lokal ke GIIAS Bandung 2026, Pabrik Subang Jadi Basis

BYD menampilkan lini kendaraan energi baru dalam pameran GIIAS Bandung 2026.
Penulis: Fajar
Jumat, 11 September 2026 | 11:03:02 WIB

TIRAINEWS.COM — Kehadiran BYD di pameran otomotif Bandung kali ini berlangsung hanya sepekan setelah peresmian fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat. Peresmian tersebut ditandai dengan keluarnya unit ke-100.000 BYD di Indonesia, yakni sebuah M6 DM.

M6 EV generasi terbaru yang dipasarkan di Indonesia kini diproduksi di dalam negeri. Untuk varian Standard, model ini dibekali baterai dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer, motor listrik 150 kW, dan torsi 310 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim 7,9 detik.

Jawa Barat Menyumbang 36% Pasar EV BYD

Sejak masuk Indonesia pada 2024 hingga Juli 2026, penjualan BYD di Jawa Barat mencapai lebih dari 12.000 unit. Angka itu setara sekitar 36% pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

Untuk menopang pasar itu, jaringan BYD Group di Jawa Barat kini mencapai 20 diler. Jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyebut tingginya penerimaan konsumen Jawa Barat terhadap kendaraan elektrifikasi sebagai alasan utama.

"Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru," ujar Eagle di GIIAS Bandung 2026, Kamis (10/9/2026).

M6 DM Cross Advance hingga ATTO 1 2026 Ikut Dipamerkan

Di GIIAS Bandung 2026, BYD menampilkan M6 EV 2026, M6 DM Cross Advance, M6 DM Classic Dynamic, serta ATTO 1 2026. Sejumlah model tersebut tersedia untuk diuji pengunjung.

M6 sendiri sejak diperkenalkan pada 2024 telah digunakan lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia. Awalnya model ini hadir sebagai kendaraan listrik penuh, sebelum pilihan diperluas lewat M6 DM pada Mei 2026 yang mengandalkan teknologi plug-in hybrid.

M6 DM memakai motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin berbahan bakar digunakan ketika diperlukan. Skema itu ditawarkan bagi konsumen yang ingin karakter berkendara listrik tetapi masih butuh fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyatakan perkembangan M6 mencerminkan perubahan kebutuhan konsumen.

"Perjalanan M6 bersama lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan tersebut dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel," kata Luther.

Target Kandungan Lokal 60% Mulai Januari 2027

Pabrik Subang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun dan ke depan akan terhubung dengan pengembangan ekosistem kendaraan energi baru. BYD juga menargetkan peningkatan kandungan lokal hingga 60% mulai Januari 2027, dengan pengembangan fasilitas produksi baterai masuk dalam rencana perusahaan.

Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut memberikan BYD sekitar 37% pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

Bagi Jawa Barat, langkah ini punya arti tersendiri karena pusat produksi BYD berada di Subang, masih dalam satu provinsi dengan Bandung. Kendaraan yang dipasarkan di wilayah tersebut semakin terhubung dengan aktivitas manufaktur di daerah yang sama.

Reporter: Fajar