Gempa M6,5 Kedalaman 368 Km di Kepulauan Seribu, BMKG Jelaskan Sebab Guncangan Terasa sampai Padang

Gempa tektonik M6,5 berkedalaman 368 km mengguncang Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Penulis: Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 | 11:50:01 WIB

JAKARTA, TIRAINEWS.COM — Gempa tektonik magnitudo 6,5 mengguncang 6 km tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu 12 September 2026 pukul 04.23.56 WIB. Meski episenternya di utara Jakarta, guncangan terasa hingga Pandeglang, Cianjur, Yogyakarta, bahkan Padang di Sumatera Barat yang berjarak sekitar 1.000 km. BMKG memastikan gempa berkedalaman 368 km ini tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 5,81 LS - 106,56 BT, atau sekitar 49 km barat laut Jakarta. Data magnitudo sempat disebut M5,9 sebelum diperbarui menjadi M6,5, sementara kedalaman awal 376 km dikoreksi menjadi 368 km.

Gempa ini tergolong tektonik dalam akibat aktivitas intraslab dengan mekanisme geser turun (oblique normal). Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.

Mengapa Gempa Dalam Terasa hingga 1.000 Km Jauhnya?

Perbedaan utama gempa dalam dan gempa dangkal terletak pada cara energi merambat ke permukaan. Pada gempa dangkal, energi terpusat di area sempit sehingga kerusakan lokal bisa hebat tapi jangkauannya terbatas.

Gempa dalam bekerja sebaliknya. Gelombang seismik dari sumber yang berada ratusan kilometer di bawah permukaan menyebar lebih landai dan luas saat mencapai permukaan. Efeknya, guncangan terasa di area yang jauh lebih besar meski intensitasnya relatif lebih rendah.

Itulah sebabnya gempa M6,5 ini bisa dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus pada skala IV MMI — level di mana orang banyak dalam rumah merasakan getaran. Padahal jarak episenter ke sejumlah wilayah itu mencapai ratusan kilometer.

Peta Guncangan: dari Skala IV hingga Getaran Minimal

BMKG merinci wilayah terdampak berdasarkan skala intensitas MMI. Skala IV MMI tercatat di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Skala III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, dan Cilacap. Sementara Bandung, Yogyakarta, Bengkulu, dan Padang masuk kategori II-III MMI. Di Padang, jarak episenter sekitar 1.000 km, getaran hanya terasa oleh sebagian orang dan tidak menimbulkan kerusakan.

  • Skala IV MMI: Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, Tanggamus
  • Skala III MMI: Tangerang, Tanjung Priok, Cilacap
  • Skala II-III MMI: Bandung, Yogyakarta, Bengkulu, Padang
  • Skala II MMI: lokasi terbatas dengan getaran minimal

Apa yang Harus Dilakukan Warga Pasca-Gempa?

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang tidak terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang rusak akibat gempa serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Status tidak berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan BMKG menjadi poin penting. Kepanikan pasca-gempa dalam sering muncul karena guncangan terasa di wilayah luas, meski risikonya berbeda dengan gempa dangkal di zona megathrust.

Gempa intraslab seperti ini umumnya tidak memicu tsunami karena deformasi dasar laut yang dihasilkan minim. Energi lebih banyak terserap dan menyebar di lapisan mantel sebelum mencapai permukaan.

Yang Perlu Dipahami soal Magnitudo dan Kedalaman

Magnitudo mengukur besar energi yang dilepaskan, bukan seberapa jauh guncangan terasa. Dua gempa dengan magnitudo sama bisa menghasilkan dampak berbeda total tergantung kedalaman dan mekanisme sumbernya.

Gempa M6,5 di kedalaman 368 km seperti ini memberi gambaran jelas: getaran luas belum tentu berarti kerusakan masif. Sebaliknya, gempa dangkal dengan magnitudo lebih kecil bisa jauh lebih merusak di area terbatas.

BMKG terus memantau perkembangan pasca-gempa. Warga di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG dan otoritas setempat.

Data Resmi BMKG

Magnitudo6,5 (data awal M5,9, telah diperbarui BMKG)
WaktuSabtu, 12 September 2026, pukul 04.23.56 WIB
Kedalaman368 km (gempa dalam)
Lokasi6 km Tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta (5,81 LS - 106,56 BT), ±49 km barat laut Jakarta
MekanismeGempa tektonik dalam, aktivitas intraslab, geser turun (oblique normal)
Potensi tsunamiTidak berpotensi tsunami
Gempa susulanBelum terdeteksi hingga pukul 05.00 WIB

Wilayah Terdampak Berdasarkan Skala Intensitas (MMI)

Skala MMIWilayah
IV (dirasakan banyak orang dalam rumah)Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, Tanggamus
IIITangerang, Tanjung Priok, Cilacap
II-IIIBandung, Yogyakarta, Bengkulu, Padang, dan wilayah lainnya
IILokasi terbatas dengan getaran minimal

Imbauan Resmi BMKG

  • Tetap tenang dan tidak percaya isu yang tidak terverifikasi
  • Hindari bangunan yang rusak akibat gempa
  • Waspada terhadap kemungkinan gempa susulan

Guncangan terasa meluas hingga ke berbagai wilayah Pulau Jawa bahkan sampai Padang, Sumatera Barat (±1.000 km dari episenter) karena gempa ini tergolong gempa dalam.

Reporter: Redaksi