iPod Touch Gen Pertama Dijual 14 September 2007, Harga Mulai Rp 4,9 Juta
TIRAINEWS.COM — Kehadirannya menjawab satu pertanyaan besar saat itu: bagaimana rasanya membawa pengalaman iPhone tanpa harus membeli iPhone. Jawabannya ada di layar sentuh multitouch yang responsif, koneksi Wi-Fi, dan aplikasi Safari yang sudah terpasang.
Apa Saja yang Dibawa iPod Touch Generasi Pertama
Apple memposisikan iPod touch sebagai perangkat genggam untuk menjelajah web dan membeli musik secara nirkabel. Untuk pertama kalinya, pengguna iPod bisa mengunduh lagu langsung dari iTunes Wi-Fi Music Store tanpa harus menyambungkan perangkat ke komputer.
Spesifikasi utamanya saat itu:
- Layar multi-touch dengan antarmuka serupa iPhone
- Koneksi Wi-Fi untuk browsing dan unduhan musik
- Browser Safari terintegrasi
- Kapasitas penyimpanan 8GB dan 16GB
- Tanpa slot kartu SIM, tanpa kamera
Dua hal yang absen justru jadi pembeda paling jelas dari iPhone. iPod touch tidak bisa dipakai menelepon atau mengirim SMS, dan tidak ada kamera sama sekali. Apple memang mengunci posisinya sebagai pemutar musik dengan kemampuan internet, bukan ponsel.
Harga dan Varian yang Ditawarkan Apple
Saat peluncuran, Apple mematok harga 299 dolar AS (sekitar Rp 4,9 juta) untuk model 8GB dan 399 dolar AS (sekitar Rp 6,6 juta) untuk model 16GB. Selisih 100 dolar AS itu setara tambahan ruang penyimpanan dua kali lipat.
Harga tersebut menempatkan iPod touch di segmen menengah atas lini iPod. Pembeli yang hanya ingin mendengarkan musik bisa memilih iPod classic atau iPod nano yang lebih murah. Tapi mereka yang ingin browser dan layar sentuh harus merogoh kocek lebih dalam.
Perjalanan Panjang Hingga Dihentikan
iPod touch bertahan jauh lebih lama dari perkiraan banyak orang. Apple merilisnya hingga tujuh generasi, dengan model terakhir yang masih dijual sampai awal dekade 2020-an.
Perangkat ini sempat jadi pintu masuk favorit untuk ekosistem Apple, terutama bagi anak-anak dan pengguna yang belum siap membeli iPhone. Harganya yang lebih terjangkau membuat iPod touch sering disebut sebagai "iPhone tanpa telepon".
Namun era smartphone makin menekan ruang hidup iPod touch. Apple akhirnya menghentikan produksi dan penjualannya pada 2022, menutup babak 15 tahun perangkat ini di pasar.
Kenapa iPod Touch Masih Relevan Dibahas Hari Ini
Bagi pengamat teknologi, iPod touch adalah contoh bagaimana satu produk bisa membuka jalan bagi kategori lain. Layar multi-touch yang diperkenalkan lewat perangkat ini membantu membiasakan konsumen dengan antarmuka sentuh sebelum smartphone benar-benar jadi kebutuhan primer.
Di pasar Indonesia sendiri, iPod touch sempat populer di kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin perangkat Apple tanpa harus membeli iPhone. Kehadirannya juga mendorong penjualan aksesori dan layanan musik digital lokal pada masanya.
Kini, 19 tahun setelah peluncurannya, iPod touch lebih sering dikenang sebagai jembatan antara era iPod klasik dan dominasi iPhone di pasar global.