Harga Tesla Cybertruck Bekas Anjlok 40%, Foundation Series Laku Rp 1,1 Miliar

Cybertruck bekas varian Foundation Series terjual Rp 1,1 miliar dengan odometer 94.338 km.
Penulis: Sutomo
Selasa, 15 September 2026 | 10:45:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Penurunan nilai aset ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan sinyal kuat bahwa euforia terhadap pikap listrik futuristik tersebut telah mereda. Dalam kurun waktu dua tahun, pemilik unit tersebut menanggung kerugian nominal sebesar US$ 36.000 atau setara Rp 640 jutaan. Angka ini menjadi peringatan bagi calon pembeli EV premium yang mengincar nilai investasi jangka pendek.

Kondisi Unit Lelang dan Riwayat Pemakaian

Unit yang laku terjual tersebut adalah varian dual motor dengan spesifikasi tenaga 600 hp dan torsi 1.008 Nm. Jarak tempuh odometer tercatat sudah menyentuh 58.619 mil atau sekitar 94.338 km. Meskipun akselerasi 0-97 km/jam masih bisa dicapai dalam 4,1 detik, kondisi fisik mobil tidak lagi sempurna.

Cybertruck tersebut pernah terlibat kecelakaan pada Agustus 2025. Bagian bumper depan telah diganti di bengkel resmi Tesla, sementara beberapa panel bodi menunjukkan goresan akibat pemakaian harian. Ban belakang dilaporkan sudah aus dan perlu segera diganti, menambah biaya perawatan bagi pemilik baru.

Dari Rekor Rp 4,6 Miliar ke Harga Kompetitif Baru

Pergeseran harga bekas ini kontras tajam dengan kondisi pasar saat peluncuran awal. Dua tahun lalu, Cybertruck bekas sempat dihargai ekstrem. Rekor penjualan tertinggi pernah tembus US$ 262.500 atau sekitar Rp 4,6 miliar. Bahkan, dealer Porsche di Orlando pernah memasang harga listing hingga US$ 289.999 (Rp 5,1 miliar) untuk unit bekas.

Saat itu, Tesla menerapkan aturan ketat larangan jual-beli dalam satu tahun pertama dengan ancaman denda US$ 50.000 (Rp 880 juta). Namun, tingginya permintaan spekulatif membuat aturan tersebut sering dilanggar. Kini, dengan produksi massal yang berjalan lancar, kelangkaan buatan itu hilang, diikuti oleh koreksi harga yang tak terhindarkan.

Perbandingan Harga Baru vs Bekas: Mana Lebih Worth It?

Tekanan terbesar pada pasar bekas datang dari penurunan harga unit baru itu sendiri. Saat ini, Tesla menjual Cybertruck dual motor baru mulai dari US$ 74.990 (sekitar Rp 1,3 miliar). Sementara varian puncak Cyberbeast tiga motor dibanderol US$ 99.990 (Rp 1,7 miliar).

Keberadaan harga baru yang lebih kompetitif membuat unit bekas dengan jarak tempuh tinggi dan riwayat kecelakaan seperti kasus di atas menjadi kurang menarik secara value. Pembeli sekarang memiliki pilihan lebih rasional tanpa harus membayar premi "hype" yang dulu membengkak.

Spesifikasi Teknis yang Masih Relevan

Meskipun nilainya turun, fitur teknis pada unit Foundation Series tersebut masih menawarkan pengalaman berkendara khas Tesla. Baterai kapasitas 123 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 523 km per pengisian penuh.

  • Layar: Panel tengah 18,5 inci sebagai pusat kontrol.
  • Autonomi: Fitur Full Self-Driving (FSD) tersedia pada paket ini.
  • Fungsi: Atap kaca panoramik dan power tonneau cover untuk bak belakang.

Catatan untuk Konsumen Indonesia

Bagi pembaca di Indonesia, data ini penting sebagai referensi sebelum memutuskan membeli EV impor atau lokal dengan teknologi serupa. Volatilitas harga Cybertruck membuktikan bahwa teknologi otomotif terkini, terutama EV, mengalami depresiasi nilai yang lebih cepat dibanding mobil bensin konvensional.

Nilai jual kembali yang anjlok hampir setengahnya dalam dua tahun adalah risiko nyata. Pastikan Anda menghitung total biaya kepemilikan (TCO), termasuk potensi penyusutan aset, jika berencana mengganti kendaraan dalam periode singkat. Fokuslah pada kebutuhan fungsional, bukan semata-mata pada status simbolik kendaraan.

Reporter: Sutomo