Toyota bZ4X Rakitan Lokal Penuhi TKDN 40%, Kajian Komponen Lokal Masih Berjalan
TIRAINEWS.COM — PT Toyota-Astra Motor memastikan mobil listrik bZ4X rakitan lokal sudah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%. Marketing Director Bansar Maduma menyatakan regulasi BEV dan LCEV memiliki perhitungan berbeda, sementara studi peningkatan komponen lokal masih terus berjalan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menegaskan bahwa kendaraan battery electric vehicle (BEV) bZ4X yang dirakit secara completely knocked down (CKD) di Indonesia telah mencapai angka TKDN 40%. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui dalam acara Journalist Test Drive 2026 Toyota di Yogyakarta pada Rabu (16/9/2026).
Perbedaan Perhitungan TKDN BEV dan LCEV
Bansar menjelaskan bahwa ketentuan TKDN untuk kendaraan elektrifikasi tidak bersifat seragam. Terdapat perbedaan mendasar dalam metode perhitungan antara BEV dengan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk teknologi hybrid.
"Karena memang beberapa regulasi TKDN berbeda-beda ya, antara regulasi TKDN untuk BEV dan regulasi TKDN untuk yang LCEV kita bilangnya ya," ujar Bansar. Ia menambahkan bahwa Toyota secara konsisten menyesuaikan proses produksi di dalam negeri dengan dinamika regulasi pemerintah yang berlaku untuk masing-masing jenis teknologi kendaraan.
Status Produksi CKD dan Kepatuhan Regulasi
Untuk kategori BEV, batas minimal TKDN yang ditetapkan pemerintah tahun ini berada di level 40%. Toyota mengklaim bZ4X yang diproduksi melalui skema impor terurai lalu dirakit lokal sudah lolos persyaratan tersebut.
"Sedangkan BEV sendiri memang TKDN-nya hingga tahun ini 40%, ya dan bZ4X yang CKD kita itu bisa memenuhi aturan pemerintah tersebut," katanya. Klaim ini menjadi penting mengingat konsumen dan pelaku industri otomotif menyoroti transparansi asal-usul komponen dalam kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Kajian Peningkatan Komponen Lokal Jangka Panjang
Meski sudah memenuhi standar saat ini, Toyota belum memberikan kepastian mengenai kesiapan menghadapi potensi kenaikan persentase TKDN di masa depan. Perusahaan menyatakan masih melakukan studi mendalam terkait peningkatan penggunaan komponen lokal.
Arah kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan industri pendukung otomotif nasional menuntut produsen untuk terus mengevaluasi rantai pasok mereka. "Ya, kita akan study," jawab Bansar ketika ditanya mengenai persiapan Toyota jika persyaratan TKDN meningkat pada tahun berikutnya.
Strategi Multi-Pathway Toyota di Pasar Indonesia
Toyota saat ini menjalankan strategi multi-pathway dengan menghadirkan berbagai opsi teknologi, mulai dari mesin pembakaran internal konvensional, hybrid, hingga BEV. Pendekatan ini bertujuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar Indonesia yang beragam serta mengikuti perkembangan regulasi emisi karbon.
Dengan kehadiran bZ4X rakitan lokal yang memenuhi TKDN 40%, Toyota berupaya menjaga daya saing di segmen kendaraan listrik murni tanpa mengabaikan komitmen terhadap regulasi konten lokal yang semakin ketat.