Anak Sehat Saat Influenza A Meningkat: Pola Hidup Sehat Lebih Penting
TIRAINEWS.COM — Kasus influenza A yang meningkat membuat banyak ibu mencari makanan, minuman, atau suplemen khusus untuk memperkuat daya tahan tubuh anak. Dokter spesialis anak justru mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas lewat asupan tertentu. Berikut panduan pola hidup sehat yang benar-benar berdampak untuk si kecil.
Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), menegaskan hal ini dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone. Menurutnya, membiasakan anak menjalani pola hidup sehat secara konsisten jauh lebih penting daripada mengejar produk instan.
Tidak Ada Makanan atau Suplemen Jalan Pintas
Banyak ibu berharap vitamin atau suplemen tertentu bisa langsung menangkal flu. dr. Yogi menepis anggapan itu dengan lugas.
"Sebenarnya kalau kita bicara suplemen, vitamin, itu tidak ada dalam tanda kutip jalan pintas gitu ya. Jadi tetap membiasakan pola hidup sehat," ujar dr. Yogi.
Artinya, fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar anak. Mulai dari tidur cukup hingga makanan bergizi seimbang, semuanya saling menunjang.
Pastikan Gizi Seimbang, Bukan Satu Jenis Makanan Saja
Asupan harian anak perlu mencakup karbohidrat, protein, dan lemak. Ibu tidak perlu terpaku pada satu jenis makanan yang diklaim meningkatkan imunitas.
"Makanan bergizi seimbang. Ada karbonya, ada proteinnya, ada lemaknya," ucap dr. Yogi.
Kebutuhan nutrisi setiap anak berbeda sesuai usia dan kondisi tumbuh kembangnya. Jadi, pola makan sebaiknya disesuaikan, bukan diseragamkan.
Tidur Cukup Sesuai Kelompok Usia
Kecukupan tidur jadi bagian penting yang sering terlewat. Kebutuhan tidur anak berbeda-beda berdasarkan usia.
"Tidurnya cukup sesuai usia. Karena kan tiap kelompok usia beda-beda ya. Ada yang bisa sampai 12 jam sehari, 10 jam sehari, 8 jam sehari. Itu sesuai kelompok usianya," jelas dr. Yogi.
Pola hidup sehat tidak hanya soal apa yang masuk ke tubuh anak. Kebiasaan harian secara keseluruhan yang menentukan.
Jangan Biarkan Anak Mager di Depan Gadget
Aktivitas fisik adalah bagian alami dari kehidupan anak. Meski sedang lebih banyak di rumah, ibu tetap perlu memberi kegiatan yang membuat mereka bergerak.
"Kemudian harus aktif bergerak. Anak itu, nature-nya itu dia bergerak dan aktif. Jadi jangan dibiarkan untuk mager di depan gadget atau TV, gitu ya. Tetap harus dikasih kegiatan yang dia aktif bergerak," tutur dr. Yogi.
Kegiatan sederhana sesuai usia sudah cukup. Yang penting anak tidak menghabiskan sebagian besar waktunya duduk atau berbaring.
ASI Tetap Penting untuk Bayi
Untuk bayi, pemberian ASI menjadi perhatian khusus. dr. Yogi menjelaskan bahwa ASI mengandung imunoglobulin yang membantu melindungi bayi.
"Kemudian, ASI untuk bayi itu penting banget ya. Karena dalam ASI ada imunoglobulin yang diberikan oleh ibu ke bayi melalui ASI dan itu bisa membantu untuk melindungi si bayi," kata dr. Yogi.
Hindari Paparan Asap Rokok
Lingkungan tempat anak berada juga perlu diperhatikan. Pastikan anak terhindar dari asap rokok, termasuk residu yang menempel di pakaian dan tubuh.
dr. Yogi menyarankan siapa pun yang terpapar asap rokok di luar rumah untuk mandi dan mengganti pakaian sebelum menyentuh anak. Langkah ini mengurangi risiko anak terpapar residu yang terbawa pulang.
"Dan salah satu hal yang juga kadang-kadang terlewatkan adalah hindari asap rokok. Sekarang bukan cuma bapak-bapak, tapi ibu-ibu juga ya. Jadi, hindari asap rokok. Kalaupun misalnya di luar rumah kita terpapar dengan teman kerja atau di perjalanan dengan asap rokok, maka begitu sampai di rumah, pastikan sebelum menyentuh anak, kita mandi dulu yang bersih, ganti baju dan sebagainya, baru bertemu dengan anak," pesan dr. Yogi.
Kapan Perlu ke Dokter
Jika anak menunjukkan gejala seperti demam tinggi yang tidak turun, sesak napas, lemas berlebihan, atau tidak mau makan dan minum, segera bawa ke dokter. Untuk bayi di bawah usia satu tahun, gejala apa pun yang mengkhawatirkan sebaiknya dikonsultasikan lebih cepat.
Menjaga kesehatan anak di tengah meningkatnya kasus influenza A tidak butuh produk mahal. Cukup pastikan gizi seimbang, tidur cukup, aktivitas fisik, ASI untuk bayi, dan lingkungan bebas asap rokok. Kebiasaan kecil yang konsisten inilah yang paling melindungi si kecil.