NTP Bandung Servis Mesin Pesawat Militer Malaysia hingga Korea
TIRAINEWS.COM — PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) memperluas pasar perawatan mesin pesawat ke kawasan Asia Pasifik, dengan pelanggan militer dari Malaysia, Thailand, dan Korea. Anak usaha PT Dirgantara Indonesia (PTDI) itu mengandalkan sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) dari produsen mesin asli untuk menembus pasar ekspor jasa MRO.
Perusahaan yang berbasis di Bandung itu memamerkan kemampuan perawatan mesinnya dalam pameran TNI Fair 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sejumlah mesin dan mock-up engine dipajang untuk menunjukkan cakupan layanan yang bisa ditangani NTP.
VP Business Development & Marketing NTP Nicki Subianto menyatakan kapabilitas perusahaan telah dipakai untuk mendukung kebutuhan mesin pesawat militer di sejumlah negara Asia Pasifik. Pasar luar negeri menjadi salah satu penopang bisnis NTP selain pelanggan dalam negeri.
Mesin CN235 dan NC212 Jadi Andalan di Pameran
Dalam pameran tersebut, NTP menampilkan mesin yang digunakan pada pesawat CN235 dan NC212 buatan PTDI. Kedua tipe pesawat itu merupakan produk unggulan PTDI yang banyak dipakai operator militer dan sipil.
"Jadi, kami perlihatkan apa saja engine-engine yang kami mampu lakukan. Ini mulai dari brosurnya, engine apa saja yang bisa kami lakukan. Nama engine-nya Honeywell TPE331. Yang ini dipasang di pesawat buatannya PTDI. Ini produk unggulan PTDI, ini nama pesawatnya CN235, ini nama pesawatnya CASA 212," kata Nicki saat ditemui di lokasi pameran.
Selain mesin pesawat, NTP bergerak di bidang perawatan mesin gas turbin, steam turbin industrial, hingga rotating equipment. Lini bisnis itu memperluas basis pendapatan perusahaan di luar sektor penerbangan.
Sertifikasi OEM dan FAA Jadi Kunci Masuk Pasar Ekspor
Keunggulan NTP terletak pada sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) dari original equipment manufacturer (OEM) untuk sejumlah jenis mesin. Untuk tipe engine tertentu yang ditampilkan, perusahaan mengklaim sebagai satu-satunya AMC di Indonesia.
"Kita Authorized Maintenance Center. Kita diautorisasi oleh OEM langsung, dan di Indonesia kita satu-satunya," ujar Nicki.
Selain sertifikasi dari OEM, NTP mengantongi sertifikasi internasional termasuk dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat. Sertifikasi itu membuka akses NTP melayani operator dari berbagai negara.
"Kita juga tersertifikasi di Thailand, Nepal, Kanada. Sampai ke beberapa negara lain. Yang kalau mereka butuh, kita bisa compliance," katanya.
Kontrak Jangka Panjang dengan TUDM dan Pelanggan Korea
NTP memiliki kontrak jangka panjang dengan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Mayoritas bisnis perusahaan masih berasal dari sektor militer, meski layanan juga menyasar operator sipil.
Untuk Thailand, pelanggan NTP antara lain Royal Thai Air Force dan Royal Thai Navy. Sementara di Korea, perusahaan melayani Korean Coast Guard dan Korean Air Force.
"Kalau Korea, ada Korean Coast Guard, ada Korean Air Force. Itu juga engine-nya ini, ke kami," ujar Nicki.
Portofolio pelanggan lintas negara itu menempatkan NTP sebagai salah satu pemain MRO mesin pesawat di kawasan. Kemampuan memenuhi standar sertifikasi internasional menjadi pembeda dibanding bengkel perawatan lokal lain.
NTP Mulai Kembangkan Mesin Drone dan Hercules
NTP mulai mengembangkan mesin untuk drone atau pesawat tanpa awak. Langkah itu merespons pertumbuhan penggunaan drone dan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di industri penerbangan.
"Ke depannya kami akan mulai dengan manufacturing engine drone. Kita coba, karena kan drone sedang booming. Dunia penerbangan sedang booming dengan drone, UAV, pesawat tanpa awak," terang Nicki.
Perusahaan juga tengah mengembangkan engine Rolls-Royce Allison 556 untuk pesawat Hercules. Pengembangan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.
Diversifikasi ke mesin drone dan Hercules menandai upaya NTP naik kelas dari penyedia jasa perawatan menjadi produsen mesin. Namun, lini bisnis baru itu masih memerlukan waktu sebelum berkontribusi signifikan terhadap pendapatan.