IHSG Berpotensi Melemah ke 6.384, Investor Wait and See RDG BI

Pergerakan IHSG di layar bursa pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
Penulis: Ragil
Selasa, 22 September 2026 | 08:23:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2026), setelah ditutup turun 0,88 persen ke level 6.384,73 pada sesi sebelumnya. Investor memilih wait and see menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menjadi katalis utama pasar. Aksi jual asing senilai Rp510 miliar turut membebani indeks.

Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, menyebut sikap wait and see investor menjelang RDG BI menjadi faktor yang menahan laju IHSG. Pasar menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral sebelum mengambil posisi lebih agresif.

"Seiring sikap wait and see investor menanti hasil RDG BI," tutur Lutfi dalam risetnya, Selasa (22/9/2026).

Net Sell Asing Rp510 Miliar di Sesi Sebelumnya

Tekanan jual dari investor asing tercatat mencapai Rp510 miliar pada perdagangan kemarin. Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual, dengan BMRI, ANTM, BBCA, TLKM, dan MDKA memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas asing.

Pelemahan 0,88 persen membawa IHSG ke level 6.384,73. Posisi itu mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter domestik.

Support dan Resistance IHSG Hari Ini

BNI Sekuritas memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini. Support diperkirakan berada di level 6.340-6.270, sementara resistance di kisaran 6.440-6.500.

Rentang tersebut menunjukkan ruang gerak indeks yang sempit. Pasar membutuhkan pemicu baru untuk keluar dari fase konsolidasi, dan hasil RDG BI menjadi salah satu kandidat terkuat.

Enam Saham Pilihan Investor Hari Ini

Di tengah tekanan indeks, BNI Sekuritas menyusun sejumlah saham yang dinilai layak dicermati. Rekomendasi ini bersifat spekulatif beli dengan target dan batas kerugian yang sudah ditetapkan.

  • TPIA — Spec Buy, area beli Rp1.880-Rp1.870, target dekat Rp1.910-Rp1.935, cutloss di bawah Rp1.845.
  • BULL — Spec Buy, area beli Rp404-Rp400, target dekat Rp410-Rp416, cutloss di bawah Rp396.
  • BIPI — Spec Buy, area beli Rp150-Rp148, target dekat Rp152-Rp154, cutloss di bawah Rp147.
  • ARKO — Spec Buy, area beli Rp4.090-Rp4.070, target dekat Rp4.160-Rp4.200, cutloss di bawah Rp4.050.
  • MEDC — Spec Buy, area beli Rp1.475-Rp1.460, target dekat Rp1.500-Rp1.520, cutloss di bawah Rp1.445.
  • COIN — Spec Buy, area beli Rp850-Rp840, target dekat Rp865-Rp875, cutloss di bawah Rp830.

Apa yang Ditunggu Pasar dari RDG BI

Hasil RDG BI menjadi fokus utama karena menentukan arah suku bunga acuan ke depan. Keputusan bank sentral akan memengaruhi biaya modal emiten, daya tarik imbal hasil obligasi, dan pada akhirnya aliran dana asing ke pasar saham domestik.

Selama hasil RDG belum keluar, pelaku pasar cenderung menahan posisi. Volume transaksi berpotensi tipis dan pergerakan indeks terbatas pada saham-saham tertentu saja.

Bagi investor jangka pendek, strategi trading dengan target dan cutloss ketat menjadi pilihan yang lebih aman di tengah pasar yang belum menunjukkan arah jelas. Sementara investor jangka panjang dapat memanfaatkan pelemahan untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat secara bertahap.

Reporter: Ragil