Toko Pemuda Payung Sekaki Soroti Galian Pipa di Jalan Kayu Manis
PEKANBARU - Sejumlah pemuda di Kecamatan Payung Sekaki menyoroti pekerjaan penggalian di Jalan Kayu Manis yang dilakukan setelah ruas jalan tersebut mulai mendapatkan perbaikan. Kondisi itu dinilai menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat karena pekerjaan penggalian dilakukan setelah jalan mulai diperbaiki.
Tokoh Pemuda Payung Sekaki Priyo Tri Wicaksono menyayangkan minimnya koordinasi dan perencanaan antarpihak dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Kami dari pemuda sangat menyayangkan tidak adanya koordinasi dan perencanaan yang matang. Logikanya terbalik. Jalan baru mau diperbaiki, malah digali lagi untuk pemasangan pipa,” kata Priyo, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, wajar apabila masyarakat mempertanyakan kondisi tersebut hingga menjadi perhatian publik. Sebab, pekerjaan yang dilakukan secara berurutan tanpa koordinasi dinilai memberikan kesan bahwa pembangunan infrastruktur belum terintegrasi dengan baik.
“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan kami mendukung program SR Perumdam Tirta Siak. Namun, alangkah baiknya penggalian dilakukan sebelum overlay atau pengaspalan jalan, bukan setelah jalan mulai mulus,” katanya.
Ia menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program penyediaan air bersih, melainkan sebagai masukan agar pelaksanaan pembangunan ke depan dapat dilakukan secara lebih terencana dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Untuk itu, pihaknya meminta adanya evaluasi dan koordinasi yang lebih baik antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Perumdam Tirta Siak. Ada tiga hal yang menjadi perhatian pemuda. Pertama, Dinas PUPR dan Perumdam Tirta Siak diminta menyatukan perencanaan pekerjaan agar pembangunan infrastruktur tidak dilakukan secara terpisah.
“Jangan sampai jalan selesai diperbaiki, kemudian besok digali lagi. Ini yang harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Kedua, ia meminta agar bekas galian dikembalikan dalam kondisi yang benar-benar layak dan mendekati kondisi jalan sebelum dilakukan penggalian. Menurut priyo , pekerjaan pemulihan jalan jangan hanya sebatas menutup kembali bekas galian.
“Perbaikan galian harus benar-benar dikembalikan seperti semula, jangan asal ditimbun. Kasihan warga kalau kualitas jalannya kembali rusak,” ujarnya.
Ketiga, pihak pelaksana diminta memasang papan informasi proyek yang jelas di lokasi pekerjaan. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui jenis pekerjaan, pihak pelaksana, sumber anggaran, serta tujuan dilakukannya penggalian.
“Beri papan informasi proyek yang jelas di lokasi. Dengan begitu masyarakat tidak bertanya-tanya dan tidak menimbulkan asumsi liar,” katanya.
Ia berharap persoalan di Jalan Kayu Manis dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengelola pembangunan infrastruktur.
“Kalau kita ingin Pekanbaru maju, OPD harus kompak dan terintegrasi. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kami dari pemuda akan terus mengawasi pembangunan dan menyampaikan aspirasi masyarakat,” jelasnya.