Gemarikan di Bogor: Bantuan Ikan Beku untuk Cegah Stunting Anak

Pemerintah Kota Bogor menyalurkan bantuan ikan beku kepada warga Kelurahan Balumbangjaya melalui program Gemarikan.
Penulis: Saiful
Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:02:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Pemerintah Kota Bogor menyalurkan bantuan ikan beku kepada warga Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya memperkuat pemenuhan protein hewani sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menilai Gemarikan sebagai langkah strategis untuk mendorong pemenuhan protein hewani keluarga. Menurutnya, gizi yang cukup sejak dini menjadi fondasi penting menyiapkan anak-anak sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Apa Itu Program Gemarikan?

Gemarikan merupakan gerakan nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan. Ikan dipilih karena menjadi sumber protein hewani yang terjangkau dan mudah diolah untuk keluarga.

Di Kota Bogor, program ini dijalankan sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi masyarakat. Sasaran utamanya adalah kelompok rentan kekurangan gizi, mulai dari ibu hamil hingga anak balita.

Siapa yang Mendapat Bantuan Ikan Beku?

Program Gemarikan kali ini menyasar warga Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. Warga yang terdaftar sebagai sasaran menerima bantuan ikan beku untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Pemilihan wilayah ini sejalan dengan upaya Pemkot Bogor menjalankan berbagai program penanganan stunting. Intervensi gizi menyasar langsung rumah tangga yang membutuhkan, bukan sekadar sosialisasi umum.

Mengapa Ibu Hamil dan Menyusui Jadi Prioritas?

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menekankan bahwa ikan adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi untuk tumbuh kembang anak. Ia menyoroti masih banyaknya ibu yang kekurangan gizi saat mengandung atau menyusui.

"Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Banyak ibu-ibunya yang kekurangan gizi, padahal sedang mengandung atau menyusui. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Endang.

Kondisi kesehatan dan kecukupan nutrisi ibu berpengaruh langsung pada tumbuh kembang anak. Karena itu, pemenuhan gizi tidak cukup menyasar balita saja, tetapi juga ibu hamil dan menyusui.

Kaitan Gemarikan dengan Target Generasi Emas 2045

Jenal menyebut program ini sebagai program negara untuk memberikan gizi kepada anak-anak. Harapannya, mereka dapat mengisi posisi Generasi Emas saat Indonesia berusia 100 tahun pada 2045.

"Program ini cukup strategis, cukup penting. Karena pada 2045, di usia Indonesia yang ke-100 tahun, anak-anak kita yang nantinya akan jadi Generasi Emas," ujar Jenal.

Dengan pemenuhan gizi sejak dini, Pemkot Bogor berharap lahir generasi yang sehat dan berkualitas. Program Gemarikan menjadi salah satu jalur praktis untuk mewujudkannya di tingkat kelurahan.

Cara Ibu Manfaatkan Ikan untuk Keluarga

Ikan beku yang dibagikan bisa diolah menjadi berbagai menu harian, seperti pepes, sup, atau nugget ikan untuk anak. Kunci pengolahannya ada pada kebersihan dan tingkat kematangan agar nutrisinya tetap terjaga.

Untuk ibu menyusui, konsumsi ikan secara rutin membantu mencukupi asupan protein harian. Padukan dengan sayur dan karbohidrat agar gizi keluarga lebih seimbang.

Program Gemarikan di Bogor menunjukkan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur rumah. Dengan bantuan ikan beku dan edukasi gizi, ibu punya bekal nyata untuk menjaga tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

Reporter: Saiful