TIRAINEWS.COM — Apple dikabarkan menyiapkan MacBook Pro layar OLED yang bobotnya jauh lebih ringan dari model saat ini, berdasarkan laporan jurnalis Bloomberg Mark Gurman di buletin Power On. Perangkat ini disebut bakal membawa enam pembaruan sekaligus, mulai dari layar OLED hingga chip M5 Pro dan M5 Max. Apple disebut menargetkan peluncurannya pada Oktober atau November tahun ini.
MacBook Pro generasi berikutnya dengan layar OLED disebut akan terasa jauh lebih ringan dibanding model yang beredar sekarang. Klaim itu datang dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, lewat buletin Power On miliknya, yang menyebut Apple merombak bagian dalam laptop tersebut secara menyeluruh.
Perubahan bobot ini bukan sekadar pengurangan material. Menurut Gurman, Apple mengecilkan sejumlah komponen dan menata ulang susunan part di dalam bodi agar perangkat lebih mudah dibawa sehari-hari.
Seberapa Ringan Dibanding Model Sekarang
Sebagai gambaran, MacBook Pro saat ini punya bobot hingga 4,7 pon. Sebagai pembanding, MacBook Air berada di angka maksimal 3,3 pon, sementara MacBook Neo hanya 2,7 pon.
Angka tersebut menjelaskan kenapa klaim "signifikan lebih ringan" jadi sorotan. Selama ini MacBook Pro dikenal sebagai lini paling berat di jajaran laptop Apple karena menampung komponen performa tinggi.
Enam Fitur Baru yang Dirumorkan
Dengan tambahan detail soal bobot, MacBook Pro OLED kini dikabarkan membawa enam pembaruan sekaligus:
- Layar OLED
- Dukungan layar sentuh
- Dynamic Island menggantikan notch
- Chip M5 Pro dan M5 Max
- Desain lebih tipis
- Desain yang "signifikan lebih ringan"
Desain lebih tipis dan lebih ringan memang saling berkaitan. Keduanya mengarah pada satu pola: Apple mendorong MacBook Pro ke arah yang lebih portabel tanpa melepas statusnya sebagai mesin performa tinggi.
Jadwal Rilis dan Pengujian macOS
Apple disebut berencana merilis model MacBook Pro OLED pada Oktober atau November tahun ini. Gurman juga mengulang klaimnya bahwa Apple tengah menguji laptop tersebut dengan macOS 27.2, versi yang saat ini masih berstatus beta.
Pengujian dengan versi macOS yang belum stabil umumnya menandakan perangkat sudah masuk tahap penyempurnaan sebelum produksi massal. Namun, jadwal peluncuran tetap bisa bergeser mengingat ini masih sebatas laporan dari sumber internal, bukan pengumuman resmi Apple.
Posisi di Lini Produk Apple
Model OLED diproyeksikan menempati kelas paling atas dan paling mahal, berada di atas MacBook Pro yang dijual sekarang. Artinya, Apple tidak menggantikan lini eksisting, melainkan menambah opsi baru di segmen premium.
Bagi pengguna yang butuh laptop Apple untuk kerja berat sambil sering berpindah lokasi, versi OLED ini masuk radar. Sementara yang hanya mencari perangkat ringan untuk mobilitas harian, MacBook Air dan MacBook Neo tetap jadi pilihan lebih masuk akal dari sisi harga.