Inggris Bawa Modal 3-1 ke Leicester, Le Tissier Curi Panggung di Kreta
TIRAINEWS.COM — Inggris menutup laga pertama play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 dengan kemenangan 3-1 atas Yunani di Heraklion, Kreta. Hasil itu memberi Sarina Wiegman keunggulan dua gol sebelum leg kedua di Leicester, Selasa malam waktu setempat. Maya le Tissier, yang tampil sebagai bek kanan, mencetak gol internasional pertamanya di menit ke-63.
Lionesses datang ke Kreta dengan status runner-up grup kualifikasi, sehingga harus melewati jalur play-off untuk mengamankan tiket ke Brasil tahun depan. Kemenangan di Stadion Pankritio itu menjadi kemenangan ketiga Inggris dalam delapan laga kompetitif terakhir mereka di kandang lawan.
Gol Perdana Le Tissier Saat Mengisi Celah Lucy Bronze
Lucy Bronze menarik diri dari skuad karena cedera ringan, membuka pintu bagi kapten Manchester United itu untuk masuk starting XI. Wiegman memang memandang Le Tissier sebagai bek kanan, bukan bek tengah seperti posisinya di klub.
Tampil untuk cap ke-15, Le Tissier menjadi salah satu pemain paling menonjol di laga tersebut. Golnya di menit ke-63 memberi Inggris keunggulan yang mereka butuhkan.
"Begitu kami menguasai bola, posisinya lebih tinggi dan dia sudah beberapa kali hampir menciptakan peluang lewat umpan silang," ujar Wiegman. "Saya sangat senang untuknya dan untuk seluruh tim karena gol itu penting."
Kecerobohan Lini Belakang yang Bikin Wiegman Kesal
Skor 3-1 terlihat meyakinkan, tetapi Wiegman mengakui ia tidak puas karena Inggris gagal mencatatkan clean sheet. Sejumlah kelengahan di lini pertahanan memberi Yunani ruang untuk menyerang.
Ioanna Papatheodorou membentur mistar gawang di babak pertama, sebelum akhirnya memberi umpan untuk gol Kallisti Brouksair. Peluang-peluang itu lahir dari kesalahan pemain Inggris sendiri.
"Itu tergantung kami. Kami harus tampil pada Selasa, memainkan laga dengan baik, dan seharusnya kami lebih baik dari Yunani," kata Wiegman. "Tentu kami ingin menambah keunggulan, itu benar. Tapi pada saat yang sama kami menang, dan itu yang paling penting."
"Kadang kami bermain sangat baik, kadang agak ceroboh. Kami agak frustrasi karena ingin tampil lebih baik," tambahnya.
Debut Erica Parkinson dan Grace Fisk
Dengan kemenangan yang sudah aman, Wiegman memberi debut kepada Erica Meg Parkinson (18 tahun) dan kapten Liverpool, Grace Fisk. Fisk menunggu lebih dari enam tahun sejak panggilan pertamanya pada 2020.
Parkinson masuk pada menit ke-85 setelah musim yang melesat. Ia bergabung dengan North Carolina Courage dari klub Portugal, Valadares Gaia, pada musim panas lalu.
"Dia pemain yang sangat cerdas. Pergerakan dan timing-nya luar biasa, pandai menemukan ruang untuk menerima bola," kata bek Inggris Esme Morgan tentang Parkinson.
Posisi Nomor 10 Masih Jadi Tanda Tanya
Lauren James mendapat peran kreatif bebas melawan Yunani dan sempat mencungkil kiper Fafailia Petaloti dari jarak 30 yard, tetapi golnya dianulir karena offside. Laura Blindkilde Brown juga bermain di posisi itu.
Wiegman masih punya banyak opsi: Grace Clinton, Ella Toone, Beth Mead, hingga Jess Park. Ia menolak menyebutnya sebagai masalah.
"Saya melihat ada banyak kompetisi di posisi itu, dengan pemain berbeda dan kualitas berbeda. Anda bisa menyebutnya tanda tanya, tapi saya menyebutnya banyak pilihan," ujar Wiegman.
Apa yang Dipertaruhkan di Leicester
Pemenang duel ini akan menghadapi Ukraina atau Slovakia di putaran kedua play-off untuk menentukan siapa yang berangkat ke Brasil. Laga kedua digelar di Leicester, Selasa pukul 19.30 waktu setempat.
Yunani masih punya peluang karena Inggris gagal menutup pintu dengan clean sheet. Modal dua gol jadi bekal, tetapi bukan jaminan.