Bursa Asia Bervariasi, Kospi Turun 1,34% dan ASX Naik 0,61%
TIRAINEWS.COM — Indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,34% pada pembukaan perdagangan Senin (12/10/2026), sementara S&P/ASX 200 Australia menguat 0,61% di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Pasar saham Jepang tutup karena hari libur, sehingga perdagangan Asia berjalan tidak merata. Investor kini menanti musim laporan keuangan kuartal III-2026 yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar.
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan bergabung dengan Arab Saudi untuk memerangi kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran. Pernyataan itu muncul menyusul serangan mematikan di bandara internasional Riyadh pada akhir pekan. Pasar energi langsung merespons dengan kontrak berjangka minyak mentah Brent diperdagangkan di atas US$104 per barel.
Harga Energi dan Biaya Pinjaman Tekan Sentimen
Tekanan datang dari dua sisi sekaligus. Selain harga minyak yang tinggi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pada pekan lalu menembus level tertinggi sejak 2002. Kombinasi keduanya berpotensi menggerus margin keuntungan perusahaan sekaligus menekan daya beli konsumen di berbagai negara.
Brian Leonard, manajer portofolio Keeley Gabelli Small Cap Dividend Fund (KSDIX), menilai investor kini lebih fokus pada daya tahan perusahaan menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan. "Investor ingin mengetahui apakah perusahaan mampu meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan, mempertahankan pertumbuhan margin, dan memiliki prospek bisnis yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya," ujarnya.
Proyeksi Laba S&P 500 Sentuh 29,6%
Di tengah tekanan eksternal, musim laporan keuangan kuartal III-2026 diharapkan menjadi penopang pasar. Menurut John Butters dari FactSet, indeks S&P 500 diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 29,6% pada kuartal tersebut.
Jika terealisasi, capaian itu menjadi kali keempat secara beruntun S&P 500 membukukan pertumbuhan laba di atas 25% dalam satu kuartal. Pendorong utamanya adalah kuatnya pembangunan pusat data untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Enam Bank Besar AS Rilis Kinerja Pekan Ini
Musim laporan keuangan memasuki fase ramai pekan ini dengan dimulainya publikasi kinerja bank-bank besar AS. Enam institusi keuangan yang dijadwalkan merilis laporan sepanjang pekan:
- Bank of America
- Citigroup
- Goldman Sachs
- JPMorgan Chase
- Morgan Stanley
- Wells Fargo
Selain angka laba, investor diperkirakan lebih mencermati pernyataan manajemen mengenai prospek bisnis ke depan. Ketidakpastian masih membayangi kemampuan perusahaan dan konsumen dalam menghadapi kenaikan biaya bahan bakar serta biaya pinjaman.
Data Inflasi AS Jadi Katalis Berikutnya
Dua data inflasi AS dijadwalkan rilis pekan ini. Indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) September akan diumumkan pada Rabu, sedangkan indeks harga produsen atau producer price index (PPI) untuk periode yang sama menyusul pada Kamis.
Bagi investor di kawasan Asia, termasuk Indonesia, arah dua data tersebut akan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Itu pada gilirannya menentukan aliran modal asing ke pasar negara berkembang dan pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan ke depan.