Parama Energi Biayai Kuliah Anak Binaan SOS di Meulaboh, Target Cetak SDM Industri
Parama Energi tidak hanya membangun mesin dan infrastruktur untuk menopang operasionalnya di Aceh Barat. Perusahaan yang bernaung di bawah Grup ABMM ini mulai menanamkan investasi jangka panjang pada sumber daya manusia setempat melalui jalur pendidikan tinggi.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Gedung TMT, Jakarta. Melalui skema ini, anak-anak binaan SOS Children's Villages akan difasilitasi biaya kuliah hingga tuntas. Harapannya, mereka tidak hanya memperbaiki taraf hidup pribadi, tetapi juga menjadi tenaga terampil yang siap diserap dunia industri di wilayah operasional perusahaan.
Modal Sosial untuk Talenta Masa Depan
Direktur Parama Energi, Joshua Ratadhi Mulyonegoro, menyebut pendidikan adalah bekal yang manfaatnya tidak pernah habis. “Investasi pendidikan bagi anak-anak Meulaboh merupakan bagian dari komitmen kami untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dukungan hingga mereka menyelesaikan pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima saat ini, tetapi juga menjadi bekal yang dapat mereka manfaatkan sepanjang kehidupan dan berkontribusi bagi masa depan masyarakat,” ujarnya dalam siaran resmi yang diterima Dunia Energi.
Komitmen ini sejalan dengan nilai perusahaan yang dipegang dalam setiap lini operasional. “Setiap orang yang bekerja bersama Parama Energi pulang dengan selamat, memperoleh kehidupan yang layak, dan melalui pekerjaannya ikut menghadirkan kebaikan bagi sesama terutama untuk masyarakat yang tinggal disekitar operasional Parama Energi,” tambah Joshua.
Program Ayo Bisa sendiri merupakan payung dari dua inisiatif utama: Bisa Sekolah dan Bisa Sarjana. Keduanya dirancang untuk membantu anak dan remaja binaan dalam mengenali potensi diri, menyusun tujuan hidup, serta mempersiapkan transisi dari bangku sekolah menuju dunia kerja.
Karyawan Turun Tangan Jadi Mentor
Selain pendanaan pendidikan, Parama Energi menginisiasi program Change Makers yang melibatkan karyawan secara langsung. Para pekerja dari berbagai divisi, mulai dari teknisi hingga human capital, akan berperan sebagai mentor dan motivator bagi remaja binaan tingkat SMP dan SMA.
Program ini berjalan di bawah kebijakan Grup ABMM yang memberikan satu hari kerja khusus bagi karyawan untuk kegiatan sukarela setiap tahunnya. Sejak diluncurkan pada Juni 2026, materi pendampingan berfokus pada pengembangan keterampilan lunak (soft skill) yang disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan para siswa oleh SOS Children's Village.
“Kami ingin karyawan menyumbangkan waktu dan pengetahuan mereka supaya memberikan manfaat untuk orang lain. Bayangkan bagaimana ketika seorang engineer atau human capital duduk mendampingi remaja menyusun rencana hidupnya. Di sanalah nilai perusahaan benar-benar sampai ke masyarakat,” jelas Joshua.
Melalui kolaborasi antara korporasi, mitra sosial, dan karyawan, Parama Energi berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasionalnya. Inisiatif ini menyasar dua poin SDGs sekaligus, yakni pendidikan berkualitas serta kemitraan untuk mencapai tujuan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam aspek tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG).