Harga Emas Antam Naik Rp 63.000 per Gram dalam Sepekan, Buyback Terdorong Lebih Tinggi
TIRAINEWS.COM — Hingga Minggu (23/8/2026), harga emas Antam berada di level Rp 2.740.000 per gram. Posisi ini naik dari awal pekan yang tercatat Rp 2.677.000 per gram. Dalam sebulan terakhir, apresiasinya lebih tajam—harga bergerak dari Rp 2.640.000 per gram dan kini bertengger di level tertinggi bulanannya.
Meski demikian, harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa. Emas Antam sempat menyentuh level Rp 3.135.000 per gram.
Harga Buyback Naik Lebih Cepat
Harga pembelian kembali atau buyback justru mencatat kenaikan lebih besar secara persentase. Dalam sepekan, buyback emas Antam naik dari Rp 2.530.000 per gram menjadi Rp 2.600.000 per gram—tumbuh 2,7 persen. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) pun menyempit, menguntungkan investor yang ingin mencairkan emasnya.
Buyback adalah harga yang dibayarkan Antam saat Anda menjual kembali emas batangan. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan pajak ini langsung dikurangi dari total nilai transaksi saat proses buyback berlangsung.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran pada Minggu (23/8/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.420.000
- 1 gram: Rp 2.740.000
- 2 gram: Rp 5.420.000
- 3 gram: Rp 8.105.000
- 5 gram: Rp 13.475.000
- 10 gram: Rp 26.895.000
- 25 gram: Rp 67.112.000
- 50 gram: Rp 134.145.000
- 100 gram: Rp 268.212.000
- 250 gram: Rp 670.265.000
- 500 gram: Rp 1.340.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.680.600.000
Faktor Pendorong dan Prospek ke Depan
Penguatan harga emas Antam sejalan dengan tren kenaikan emas dunia. Ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS menjadi pemicu utamanya. Bagi investor ritel Indonesia, emas batangan Antam kerap menjadi pilihan lindung nilai (hedging) utama karena likuiditasnya tinggi dan harganya mudah dipantau setiap hari.
Dengan selisih harga jual-beli yang mulai mengecil, momentum ini layak dipertimbangkan bagi investor yang ingin menambah porsi emas di portofolio. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, fluktuasi harga tetap perlu dicermati—terutama jika target investasi bersifat jangka pendek.