IHSG Diprediksi Koreski ke 6.428-6.475, INCO dan TLKM Masuk Radar Buy on Weakness

IHSG berpotensi mengalami koreksi teknis ke kisaran 6.428-6.475 dengan level support terdekat di 6.373.
Penulis: Ragil
Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:24:01 WIB

TIRAINEWS.COM — MNC Sekuritas dalam risetnya, Minggu (23/8), mencatat penguatan IHSG sebesar 0,37 persen ke 6.525 masih didominasi volume pembelian dan telah mencapai target awal pihaknya. Secara teknikal pada timeframe weekly, indeks berhasil menguat 1,93 persen dan ditutup di atas rata-rata pergerakan 20 minggu (MA20), menandakan momentum bullish jangka menengah masih terjaga meski ada potensi koreksi teknis.

Level Support dan Resistance yang Perlu Dipantau

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memasang level support IHSG di angka 6.373 dan 6.272. Jika koreksi berlanjut, area tersebut menjadi zona penahan utama. Adapun level resistance terdekat berada di 6.599, dengan resistance lebih tinggi di 6.705 yang harus ditembus untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut.

Rekomendasi Saham: INCO dan TLKM

Dari lantai bursa, MNC Sekuritas menyoroti pergerakan saham INCO yang terkoreksi 0,95 persen ke level Rp5.200. Koreksi ini disertai munculnya tekanan jual, namun posisi harga masih berada di rentang MA20 dan MA200, mengindikasikan fase konsolidasi wajar.

Secara struktur teknikal, analis menilai INCO saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c]. Pola ini kerap dimaknai sebagai fase koreksi sehat sebelum potensi penguatan berlanjut. Investor disarankan melakukan akumulasi pada rentang harga Rp4.720-Rp5.100 dengan target harga jangka pendek di Rp5.700 hingga Rp6.000. Level stoploss disarankan berada di bawah Rp4.620 untuk membatasi risiko apabila skenario bergerak berlawanan.

Sementara itu, saham TLKM juga masuk dalam daftar pantauan dengan rekomendasi serupa. Meski bahan riset tidak merinci target harga spesifik untuk TLKM, masuknya emiten telekomunikasi pelat merah ini ke dalam daftar saham pilihan mengindikasikan potensi akumulasi di tengah koreksi pasar. Investor disarankan mencermati level support teknikal sebelum melakukan pembelian.

Strategi Menghadapi Volatilitas Awal Pekan

Kombinasi potensi koreksi jangka pendek dan rekomendasi akumulasi pada saham-saham blue chip menunjukkan sentimen pasar yang masih selektif. Data net buy atau net sell asing pada sesi Jumat pekan lalu menjadi indikator tambahan yang perlu diperhatikan untuk mengukur kekuatan arus modal asing di pasar domestik.

Bagi investor dengan horizon jangka pendek, disarankan untuk tidak terburu-buru mengejar harga dan menunggu konfirmasi level support. Sementara bagi investor jangka menengah, koreksi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun posisi pada saham-saham dengan fundamental kuat dan berada dalam tren naik.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ragil