Pencarian

Kemenpar: 58,34 Persen Wisman ke Indonesia demi Wisata Kuliner

Senin, 21 September 2026 • 10:02:31 WIB
Kemenpar: 58,34 Persen Wisman ke Indonesia demi Wisata Kuliner
Kemenpar mencatat 58,34 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia untuk menikmati gastronomi lokal.

TIRAINEWS.COM — Kementerian Pariwisata mencatat 58,34 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia khusus untuk menikmati gastronomi lokal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik sepanjang 2025. Angka itu menjadi dasar peluncuran Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 bertema "From Local Roots to Global Recognition" yang berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026. Kuliner kini diposisikan bukan lagi pelengkap, melainkan alasan utama orang terbang ke Nusantara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut modal Indonesia tidak kecil. Lebih dari 17 ribu pulau melahirkan identitas rasa yang berbeda-beda, tumbuh dari tradisi lokal dan hasil bumi yang bertahan berabad-abad.

"Salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat," ujar Widiyanti dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Jakarta.

Gastronomi Bukan Sekadar Makanan di Piring

Widiyanti memandang gastronomi sebagai ekosistem panjang. Di dalamnya ada peternak, nelayan, juru masak, sampai warga yang meneruskan tradisi pangan dari generasi ke generasi.

Dari kacamata pariwisata, rantai itu menjadi pintu masuk bagi dunia internasional untuk mengenal budaya dan cerita sebuah daerah. Rasa penasaran yang muncul kemudian mendorong orang benar-benar datang berkunjung.

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta

Untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global, Kemenpar bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) meluncurkan program unggulan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026. Rangkaian acara utamanya dipusatkan di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menilai tingginya minat wisman terhadap kuliner berdampak langsung ke sektor UMKM. Lewat WIG, pemerintah ingin memperkenalkan kekayaan rasa nusantara sekaligus mendorong pelaku usaha lokal dikenal lebih luas.

"Ini bukan saja menarik wisatawan mancanegara untuk datang, tetapi juga langsung mengenai UMKM-UMKM," kata Made.

Kolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) juga berjalan lewat festival kuliner di mal. Tujuannya mendorong pengeluaran belanja wisatawan selama berada di Indonesia.

Tren Bergeser ke Pengalaman Personal

Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menyoroti perubahan selera wisatawan. Hidangan berkualitas dan pengalaman personal kini lebih dicari dibanding sekadar mencoba banyak menu.

Generasi Z dan milenial berperan besar dalam pergeseran itu. Konten kuliner unik yang mereka bagikan di media sosial mempercepat popularitas destinasi tertentu, bahkan yang sebelumnya kurang dikenal.

Vita menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku usaha agar produk mereka bisa "naik kelas" dan menjadi atraksi wisata yang kompetitif. Kuliner tidak lagi menjadi pelengkap perjalanan, tetapi alasan utama wisatawan untuk terus kembali ke Indonesia.

Yang Perlu Diketahui Traveler

Bagi wisatawan domestik yang ingin merencanakan perjalanan bertema kuliner, WIG 2026 di Solo dan Yogyakarta bisa jadi acuan agenda. Dua kota itu dikenal punya tradisi pangan kuat, dari pasar tradisional hingga warung legendaris.

Informasi terkini soal jadwal per hari, venue, dan cara menghadiri rangkaian acara WIG 2026 dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau dinas pariwisata setempat. Pantau pula pengumuman resmi menjelang tanggal pelaksanaan.

Sumber: mediaindonesia.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks