Pencarian

5 Fakta Warung Selasa, Restoran Indonesia Terkecil di New York

Senin, 21 September 2026 • 16:20:32 WIB
5 Fakta Warung Selasa, Restoran Indonesia Terkecil di New York
Warung Selasa di Queens, New York, menempati sudut sempit di dalam toko kelontong Indo Java.

TIRAINEWS.COM — Di kawasan Queens, New York, sebuah warung mungil menempati sudut sempit di dalam toko kelontong Indo Java. Warung Selasa hanya punya satu meja lipat dan empat kursi plastik, tapi masakannya bikin diaspora Indonesia rela antre. Berikut lima fakta menariknya.

Warung Selasa bukan restoran biasa. Ukurannya yang mungil dan konsepnya yang unik membuat tempat ini kerap disebut sebagai salah satu restoran terkecil di dunia.

1. Berawal dari Kerinduan Masakan Rumahan

Warung Selasa dirintis Anastasia Dewi Tjahjadi, salah satu pemilik Indo Java, toko kelontong yang menjual produk Indonesia sejak 2008. Tempat makan ini hadir pada musim semi 2016, setelah restoran Java Village tutup.

Dewi lalu memutuskan lanjut memasak makan siang khas Indonesia seminggu sekali di bagian belakang tokonya. Tujuannya memenuhi kerinduan diaspora Indonesia di New York terhadap masakan rumahan.

"Sebelum ada toko Indonesia. Banyak orang Indonesia yang sulit menemukan bahan dari Indonesia untuk mengobati rindu," cerita Dewi dikutip dari Great Big Story.

2. Cuma Punya Satu Meja dan Empat Kursi

Area makan Warung Selasa berada di ujung lorong sempit di antara rak-rak Indo Java. Hanya tersedia satu meja lipat kecil dengan total empat kursi plastik.

Saking sempitnya, pelanggan yang sedang makan terkadang harus bergeser ketika pengunjung toko melintas untuk mengambil mie instan atau sambal botolan. Suasana sederhana ini justru jadi ciri khas.

Popularitasnya kini terus naik karena banyak food vlogger dan konten kreator dari berbagai negara penasaran ingin makan di sini.

3. Tak Ada Menu Tetap, Hidangan Berganti Tiap Pekan

Jangan berharap menemukan buku menu di Warung Selasa. Dewi hanya menyiapkan satu hidangan berbeda setiap Selasa, ditentukan berdasarkan bahan belanja mingguan.

Karena porsinya terbatas, pelanggan perlu mencari tahu menu lewat akun Instagram Warung Selasa pada akhir pekan. Setelah menu diumumkan, mereka bisa melakukan pemesanan awal agar tidak kehabisan.

4. Menyajikan Masakan Indonesia yang Beragam

Dewi mempelajari keterampilan memasaknya langsung dari sang ibu di Indonesia. Bumbu dasar juga diracik sendiri dari awal.

Pilihan yang pernah disajikan cukup beragam, mulai dari sate lilit khas Bali, rendang Minang, pempek, nasi campur dengan sayur asem, nasi gudeg khas Yogyakarta, soto ayam Madura, nasi pecel, hingga bebek goreng sambal hijau.

Penyajiannya sederhana dengan alas daun pisang, dilengkapi rempeyek kacang, bakso, kerupuk udang, serta sambal ulek segar. "Kalau biasanya chef di restoran bersembunyi di dapur. Saya suka berbicara dengan pelanggan kami saat menyajikan makanan," ungkap Dewi.

5. Dilirik Media Kuliner Amerika

Meski hanya menempati sudut sempit di dalam toko kelontong, Warung Selasa berhasil mendapat perhatian media kuliner Amerika Serikat. Tempat makan ini pernah masuk dalam daftar restoran pilihan The New York Times.

Keunikannya bukan berasal dari ruang makan mewah, melainkan perpaduan tempat sederhana dengan masakan Indonesia. Harga makanannya berada di kisaran USD 15 per porsi atau sekitar Rp268 ribu.

Dengan kapasitas satu meja lipat dan menu yang berubah setiap pekan, Warung Selasa menawarkan pengalaman bersantap Indonesia yang berbeda di tengah New York.

Sumber: food.detik.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks