Pencarian

Penerbangan Terganggu Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau di Soetta

Minggu, 06 September 2026 • 05:03:31 WIB
Penerbangan Terganggu Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau di Soetta
Petugas memeriksa kondisi landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta setelah penutupan sementara akibat abu vulkanik Anak Krakatau, Minggu (2/7/2026).

TIRAINEWS.COM — Sebanyak 33 penerbangan rute domestik dan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak penutupan operasional sementara selama empat jam pada Minggu dini hari. Penghentian layanan dilakukan usai uji kertas mendeteksi paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Otoritas perhubungan kini memastikan seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan kembali berjalan lancar.

Langkah penghentian sementara diambil otoritas bandara setelah hasil paper test VA mendeteksi indikasi sebaran abu vulkanik pada rentang pengecekan pukul 00.35 hingga 01.05 WIB. Material halus tersebut bersumber dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menegaskan aspek keselamatan penerbangan tidak dapat ditawar dalam kondisi darurat alam tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menyatakan keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional termasuk penyesuaian jadwal penerbangan oleh maskapai. "Keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional termasuk penyesuaian jadwal penerbangan oleh maskapai," kata Lukman F Laisa.

Rute Internasional dan Domestik Terdampak Penutupan

Penutupan landasan pacu selama empat jam berdampak langsung terhadap jadwal perjalanan maskapai global maupun lokal. Jalur lintas negara mencatat angka gangguan tertinggi sepanjang penutupan berlangsung.

Sebanyak 16 penerbangan internasional dibatalkan, 7 ditunda, dan 5 dijadwalkan ulang. Rute mancanegara yang terimbas mencakup rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.

Layanan transportasi udara di rute domestik turut mengalami penyesuaian operasional. Empat jadwal penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan, khususnya rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Hasil Pemantauan Udara dan Status Anak Krakatau

Pencabutan status penutupan dilakukan tepat pukul 05.30 WIB setelah pemeriksaan berkala menunjukkan kondisi ruang udara bandara membaik. Pemeriksaan paper test VA terbaru tidak lagi menemukan partikel abu vulkanik di seluruh perimeter area bandara.

Jarak sebaran abu vulkanik tercatat berada sekitar 31,4 kilometer dari kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kendati operasional dibuka kembali, pengawasan ketat tetap diberlakukan di koridor penerbangan sekitar barat Pulau Jawa.

Ditjen Perhubungan Udara terus memantau situasi dan berkoordinasi intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan untuk mengawal kelanjutan operasional penerbangan.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tercatat masih bertahan pada Level III Siaga sejak 2 Juli 2026. Area bahaya ditetapkan dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif.

Otoritas mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau pembaruan informasi dari pihak maskapai terkait potensi perubahan jadwal sebelum bertolak menuju bandara.

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks