TIRAINEWS.COM — Apple tidak mengubah bahasa desain iPhone 18 Pro Max secara radikal. Bodi, susunan kamera, dan garis besar masih mengikuti iPhone 17 Pro Max. Perubahan yang paling kelihatan ada di panel kaca belakang yang kini lebih selaras dengan frame aluminium, tersedia dalam varian Black, Silver, dan Glacier.
Kesan pertama saat dipakai beberapa hari: perangkat ini terasa padat dan kokoh. Tapi bobot 249 gram adalah angka yang perlu dicatat calon pembeli, terutama yang terbiasa memakai ponsel sambil berbaring atau satu tangan.
Dynamic Island Lebih Ringkas, Layar Tetap 120 Hz
Bagian depan menampilkan Dynamic Island dengan ukuran lebih kecil dari generasi sebelumnya. Sekarang bisa menampilkan hingga tiga Live Activities sekaligus — berguna kalau kamu sering memantau timer, musik, dan panggilan bersamaan.
Layar ProMotion 120 Hz masih jadi andalan. Navigasi, pengguliran halaman, dan animasi antarmuka berjalan mulus tanpa tersendat. Tidak ada perubahan besar di sektor ini, tapi bukan berarti ada yang perlu diperbaiki.
Variable Aperture: Fitur Paling Berdampak di Kamera
Kamera utama 48 MP Fusion Main kini dibekali variable aperture dengan empat opsi bukaan fisik: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Ini bukan efek blur digital seperti mode Portrait — pengguna mengontrol kedalaman bidang dan pencahayaan secara optik.
Di bukaan f/1.48, latar belakang tampak lebih lembut dan terpisah dari subjek. Sebaliknya, f/4.0 menghasilkan latar yang lebih tajam dengan area fokus lebih luas. Untuk pemotretan produk atau lanskap yang butuh ketajaman merata, opsi f/4.0 ini yang paling sering dipakai.
Apple juga menambahkan kontrol manual di aplikasi Camera: shutter speed, white balance, fokus manual, dan focus peaking. Fitur-fitur ini biasanya hanya ada di aplikasi kamera pihak ketiga atau kamera dedicated.
Chip A20 Pro 2nm: Loncatan Performa AI
Dapur pacu diisi chip A20 Pro berarsitektur 2 nanometer. Konfigurasinya CPU 6-core dengan dua supercore yang diklaim 20 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya, plus GPU 7-core dengan peningkatan kinerja grafis hingga 40 persen dan bandwidth memori naik 50 persen.
Untuk pengolahan AI, CPU dibekali Neural Accelerator floating-point 8-bit dan dua unit Neural Engine dengan total 32 core. Apple mengklaim performa komputasi AI dua kali lipat, cukup untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) langsung di perangkat tanpa koneksi cloud.
Dalam pemakaian harian, antarmuka terasa sangat responsif. Buka aplikasi, multitasking, dan rendering foto 48 MP berjalan tanpa hambatan berarti.
Kelebihan
- Kamera utama dengan variable aperture empat opsi bukaan fisik — f/1.48, f/1.8, f/2.8, f/4.0
- Kontrol manual lengkap termasuk focus peaking, shutter speed, dan white balance
- Chip A20 Pro 2nm dengan peningkatan CPU, GPU, dan AI yang signifikan
- Dynamic Island lebih ringkas, mendukung tiga Live Activities sekaligus
- Layar ProMotion 120 Hz tetap mulus dan responsif
Kekurangan
- Bobot naik jadi 249 gram — terasa di tangan saat dipakai lama
- Desain keseluruhan masih sangat identik dengan iPhone 17 Pro Max
- Belum ada informasi resmi soal harga dan ketersediaan di Indonesia
Cocok untuk Siapa?
iPhone 18 Pro Max menyasar pengguna profesional dan penggemar fotografi mobile yang butuh kontrol kamera manual serta performa AI tingkat tinggi. Buat pemilik iPhone 17 Pro Max, pertimbangan utamanya ada di variable aperture dan chip A20 Pro — apakah dua peningkatan itu cukup untuk upgrade, tergantung seberapa sering kamu memotret secara manual.
Yang perlu diperhatikan: tambahan bobot 16 gram mungkin terdengar kecil di atas kertas, tapi di pemakaian nyata selama berjam-jam, perbedaannya cukup terasa. Untuk pengguna yang sensitif terhadap berat ponsel, ini poin yang wajib dicoba langsung di toko sebelum memutuskan.