TIRAINEWS.COM — Perubahan pola perjalanan wisatawan global membuka peluang baru bagi destinasi Indonesia. Data Advantage Travel Partnership, konsorsium bisnis perjalanan independen asal Inggris, menempatkan China, Indonesia, dan Amerika Selatan sebagai kawasan yang patut diperhatikan pada 2027.
Commercial Director Advantage Travel Partnership, John Sullivan, melihat wisatawan kini tidak lagi sekadar mencari liburan santai. Mereka ingin menjelajah, mengenal budaya, dan merasakan aktivitas lokal secara langsung.
Mengapa Indonesia Masuk Radar Turis Dunia 2027
Dorongan utama datang dari pergeseran selera pelancong. Perjalanan dengan rute terencana alias touring holidays tumbuh sepanjang 2025 hingga 2026, memungkinkan wisatawan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain dalam satu rangkaian perjalanan.
Minat terhadap perjalanan jarak jauh juga naik. Afrika Selatan, Kenya, dan Jepang jadi tujuan populer karena menawarkan pengalaman satwa liar, budaya, dan eksplorasi.
"Wisata telah menjadi kisah pertumbuhan yang nyata bagi kami pada 2026. Orang-orang kini tidak lagi hanya mencari liburan tradisional yang sekadar santai, melainkan semakin ingin menjelajahi dan merasakan destinasi secara mendalam," kata John.
Lima Destinasi di Wishlist Wisatawan Indonesia
Data tiket.com mencatat Bali, Yogyakarta, Bandung, Labuan Bajo, dan Lombok sebagai destinasi yang paling banyak masuk daftar keinginan wisatawan Indonesia pada 2026. Keragaman daya tarik jadi kekuatan utama kelima daerah tersebut.
- Bali — wisata bahari, budaya, dan kuliner dalam satu pulau
- Yogyakarta — warisan budaya, eksplorasi kota, dan desa wisata
- Bandung — wisata alam dataran tinggi dan kuliner
- Labuan Bajo — wisata bahari dan petualangan ke kawasan Komodo
- Lombok — pantai, gunung, dan budaya Sasak
Daerah dengan Pertumbuhan Penerbangan dan Akomodasi
Selain lima destinasi utama, sejumlah wilayah mencatat pertumbuhan penerbangan dan akomodasi sepanjang 2025. Lampung, Pangandaran, Magelang, Labuan Bajo, Wakatobi, Manado, Sorong, dan Nabire masuk daftar tersebut.
Pertumbuhan ini menandakan konektivitas ke daerah-daerah tersebut semakin terbuka. Wisatawan kini punya lebih banyak pilihan rute untuk eksplorasi di luar destinasi arus utama.
Faktor Global yang Bentuk Tren Perjalanan 2027
Sejumlah agenda global diperkirakan memengaruhi pilihan destinasi wisatawan. Ryder Cup di Irlandia, Piala Dunia Wanita FIFA di Brasil, dan Piala Dunia Rugbi Putra di Australia berpotensi meningkatkan permintaan ke negara tuan rumah.
Fenomena astronomi juga jadi daya tarik. Gerhana matahari yang melintasi Afrika Utara dan Spanyol berpotensi menarik wisatawan yang ingin menyaksikan peristiwa langka itu langsung.
Situasi geopolitik turut mengubah peta perjalanan. Konflik di Timur Tengah mendorong sebagian pelancong mengalihkan rencana ke Amerika Serikat, Karibia, dan Asia Timur.
Dominasi Wisata Domestik
Pada 2025, sekitar 75 persen perjalanan tercatat menuju destinasi domestik. Angka ini menunjukkan kekayaan destinasi Indonesia tidak hanya menarik wisatawan mancanegara, tetapi juga tetap jadi pilihan utama pelancong dalam negeri.
Wisatawan domestik semakin mencari pengalaman beragam: kuliner, eksplorasi kota dan desa, wisata bahari, hingga petualangan. Pola ini sejalan dengan tren global yang makin menghargai pengalaman lokal ketimbang liburan pasif.
Untuk perjalanan jarak pendek, wisatawan Inggris masih menjadikan Eropa sebagai pilihan utama. Spanyol memimpin musim panas tahun ini, dengan Tenerife, Mallorca, dan Costa Blanca sebagai destinasi paling banyak dipesan, diikuti Lanzarote, Costa del Sol, dan Antalya di Turki. Sementara untuk jarak jauh, New York, Orlando, Jamaika, dan Thailand jadi tujuan favorit.
Bagi traveler Indonesia yang merencanakan liburan 2027, lima destinasi di wishlist tiket.com bisa jadi titik awal. Informasi tarif, jadwal penerbangan, dan akomodasi terbaru dapat dicek langsung lewat platform pemesanan atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.