TIRAINEWS.COM — Program GO-SARI merupakan platform terpadu berbasis masyarakat yang mengelola sampah menjadi sumber daya bernilai melalui pendekatan ekonomi sirkular. Lewat skema ini, kelompok masyarakat mengumpulkan tutup botol kemasan plastik untuk dicacah dan dipres menjadi lembaran papan plastik kokoh, yang kemudian dikirim ke rutan untuk dirakit oleh warga binaan.
Dari TPS 3R ke Meja Perakitan Rutan
VP Community, Involvement, & Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati menjelaskan, sumber energi bersih program GO-SARI diselaraskan dengan alat-alat mesin di TPS 3R. Di titik itu pula sampah organik dan anorganik diolah sebelum masuk ke rantai produksi berikutnya.
"Untuk yang GO-SARI, sumber energi bersih itu kami selaraskan (inline) dengan alat-alat mesin di TPS 3R, yang kemudian di sini terdapat pengolahan sampah baik organik maupun anorganik," ujar Dian di Desa Guwosari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).
Papan plastik hasil olahan TPS 3R itulah yang menjadi bahan baku utama eco-furniture. Menurut Dian, perakitan diserahkan ke warga binaan di rutan yang berlokasi dekat dengan kawasan GO-SARI.
"Papan plastiknya kemudian dibuat menjadi eco-furniture oleh sahabat-sahabat kita, warga binaan yang ada di lapas yang di dekat daerah GO-SARI ini," ujarnya.
Berawal dari Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Bantul Agus Widodo menuturkan, sinergi ini bermula dari kebutuhan Pertamina dan tim GO-SARI akan tenaga kerja terampil untuk merakit produk. Di sisi lain, rutan memiliki banyak sumber daya manusia yang membutuhkan program pemberdayaan produktif.
"Kita kebetulan juga ada beberapa warga binaan kami yang sudah punya background terkait dengan pembuatan kursi meja, jadi kita enggak terlalu sulit lah untuk pembuatannya," ujar Agus.
Sebanyak 30 warga binaan yang terlibat mayoritas merupakan tahanan kasus pidana umum seperti pencurian. Mereka dipilih karena berkelakuan baik dan masa tahanannya sudah mendekati setengah atau dua pertiga masa hukuman.
Gantungan Kunci Rp5.000 hingga Set Meja-Kursi Rp1,8 Juta
Dari tangan para warga binaan, papan plastik tersebut berhasil dikreasikan menjadi beragam produk bernilai jual. Beberapa di antaranya:
- Gantungan kunci seharga Rp5.000
- Kotak tisu
- Set meja dan kursi, dibanderol Rp1,6 juta hingga Rp1,8 juta
Pemasaran produk dilakukan melalui berbagai pameran daerah, salah satunya dengan berpartisipasi dalam ajang Bantul Creative Expo.
Pembagian Hasil Penjualan
Hasil penjualan karya warga binaan ikut dinikmati oleh mereka sendiri. Agus menyebut ada premi yang dibagikan dengan skema tertentu.
"Nanti pemasukannya ada premi namanya kalau di sini. Pembagiannya itu nanti 50 persen hasil keuntungan buat mereka, 15 persen nanti buat PNBP, dan 35 persen nanti buat operasional kami," ujar Agus.
Skema bagi hasil itu membuat program ini tidak sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga sumber pendapatan bagi warga binaan selama menjalani masa tahanan.