Pencarian

Yamaha Baru Sadar Masalah Struktural yang Disorot Rossi 10 Tahun Lalu

Sabtu, 19 September 2026 • 12:02:01 WIB
Yamaha Baru Sadar Masalah Struktural yang Disorot Rossi 10 Tahun Lalu
Direktur Tim Yamaha MotoGP Massimo Meregalli mengakui masalah struktural tim telah disorot Valentino Rossi sepuluh tahun lalu.

TIRAINEWS.COM — Direktur Tim Yamaha MotoGP Massimo Meregalli mengakui bahwa masalah struktural yang kini menghantam timnya sudah pernah disorot Valentino Rossi satu dekade lalu. Pengakuan ini muncul di tengah ketegangan hubungan Yamaha dengan Fabio Quartararo, yang sejak awal 2026 mulai terbuka soal kekecewaannya terhadap siklus pengembangan motor yang berlarut-larut.

Pengakuan itu disampaikan Meregalli secara terbuka. Ia menyebut bahwa persoalan yang kini membelit Yamaha bukan hal baru. Rossi sudah mengingatkannya sejak sepuluh tahun silam, tetapi Yamaha memilih bertahan dengan cara lama.

Quartararo Mulai Buka Suara Sejak Awal 2026

Ketegangan di tubuh Yamaha mencuat ke permukaan lewat komentar-komentar Quartararo. Pebalap Prancis itu sebelumnya dikenal selalu membela Yamaha meski hasil balapannya jauh dari harapan. Namun sejak awal tahun 2026, nada komentarnya berubah.

Di seri pembuka di Thailand, Quartararo mengungkapkan bahwa dirinya belum berada di posisi yang cepat. Kekecewaan itu berkembang. Ia lantas menyatakan tidak ada kemajuan dari Yamaha, yang membuat performanya tak maksimal.

Situasi makin panas ketika muncul rumor kepindahan Quartararo ke Honda untuk musim 2027-2028. Rumor itu muncul sebelum ia menjajal Yamaha dengan mesin V4. Kombinasi kekecewaan dan rumor transfer membuat hubungan kedua pihak memanas.

Pertemuan Tertutup Usai Grand Prix Aragon

Pekan lalu di Misano, Quartararo mengakui bahwa dirinya dan Yamaha telah menggelar pertemuan tertutup. Pertemuan itu berlangsung setelah Grand Prix Aragon, sebagai upaya meredam ketegangan yang terus membesar.

"Saya rasa karena frustasi kami mengucapkan hal-hal yang mungkin tidak tepat. Kami mengadakan pertemuan dan semuanya sudah diselesaikan," ucap Quartararo, dilansir Motorsport Magazine.

Pernyataan itu menandakan kedua pihak berusaha menutup konflik secara internal. Namun akar masalahnya tidak hilang begitu saja. Yamaha masih harus membenahi persoalan yang sudah lama tertunda.

Performa Quartararo Menutupi Masalah Bertahun-tahun

Meregalli tidak menyembunyikan fakta bahwa penampilan gemilang Quartararo selama ini justru menutupi kelemahan Yamaha. Masalah yang sama juga dialami pebalap Yamaha lainnya, tetapi tertutup oleh hasil balapan Quartararo.

"Masalah-masalah yang mulai kami alami dari tahun ke tahun 'tertutupi' oleh dirinya dan kemampuannya," aku Meregalli.

Quartararo memang menjadi salah satu bintang besar Yamaha setelah kepergian Rossi, Jorge Lorenzo, dan Maverick Vinales. Debutnya di kelas MotoGP di Sepang mengejutkan banyak pihak. Setelah balapan pembuka musim 2021 di Qatar, ia meniti jalannya sendiri sebagai pebalap unggulan pabrikan Garpu Tala.

Namun ketergantungan pada satu pebalap justru berbalik menjadi bumerang. Yamaha merasa aman karena punya Quartararo, tetapi lupa bahwa kompetitor terus bergerak.

Rossi Sudah Ingatkan Sepuluh Tahun Lalu

Meregalli secara eksplisit menyebut nama Rossi dalam pengakuannya. Menurutnya, Rossi telah menyoroti masalah struktural Yamaha satu dekade lalu. Namun Yamaha tetap mempertahankan cara kerja lama karena merasa masih kompetitif saat itu.

"Kami memiliki beberapa masalah (struktural) dan Valentino telah menyorotinya 10 tahun lalu, tetapi entah bagaimana kami tetap mempertahankannya. Baiklah kami memiliki pebalap terbaik dan motornya berfungsi dengan baik, dan mungkin tim lain saat itu tidak sebaik sekarang. Semua ini memungkinkan kami bertahan tapi tidak berkembang," kata Meregalli.

Pengakuan itu menjelaskan mengapa Yamaha kini tertinggal jauh. Selama bertahun-tahun, tim ini bertahan tanpa benar-benar berkembang, sementara pabrikan lain melaju cepat.

Ducati Bergerak Cepat, Yamaha Baru Bangun

Contoh paling jelas datang dari Ducati. Pabrikan Italia itu bergerak agresif dalam pengembangan teknologi hingga mengantar ridernya merengkuh titel juara dunia. Pabrikan Eropa lain juga disebut Meregalli sangat aktif dan cepat bereaksi.

"Ducati benar-benar telah meningkatkan performa dan teknologinya ke level yang tinggi dan pabrikan Eropa lain juga sangat aktif serta cepat bereaksi. Bagi kami situasinya berbeda, tetapi kini kami telah memperkuat tim dengan tenaga ahli dari pabrikan lain dan terus meningkatkan pengetahuan kami. Kini kami benar-benar bergerak maju, tetapi pabrikan lain tidak akan menunggu," pungkasnya.

Yamaha kini berupaya mengejar ketertinggalan dengan merekrut tenaga ahli dari pabrikan lain. Langkah itu menjadi sinyal bahwa Yamaha sadar tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Namun waktu tidak berpihak pada mereka, karena kompetitor tidak akan menunggu proses pembenahan selesai.

Sumber: oto.detik.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks