Tirainews.com - Jalan Gajah Mada Duri KM 12 hingga KM 21 sangt memprihatinkan. Pasalnya, jalan utama masyarakat beberapa desa menuju pusat kota itu seperti kubangan dan berlubang.
Jalan itu memisahkan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir kabupaten Bengkalis. Jalan ini juga sebagai akses masyarakat beberapa desa di Kecamatan Talang Muandau. Jalan yang belum diaspal sering membuat mobil truck pengangkut sawit terjungkal.
Pantau Rabu (27/5/2020) pagi, kubangan dan digenangi air, tepatnya di Jalan Gajah Mada KM 18 tersebut, mencapai satu meter bahkan lebih. Jika tidak berhati-hati saat melintasi kubangan, tak jarang kendaraan akan terjungkal.
Menurut keterangan salah satu tokoh pemuda Tasik Serai Jontree S, jalan tersebut sudah sangat rusak parah dan memprihatinkan akibat dilintasi oleh truck bermuatan over kapasitas. Bahkan tokoh pemuda tersebut menuding kurangnya keperdulian dan lalainya sejumlah oknum pengusaha kelapa sawit dan pemerintah terhadap kerusakan jalan itu, sehingga menyebabkan jalan tersebut menjadi hancur.
"Memang kerusakan jalan ini akibat hujan, namun kalau para pengusaha sawit dan pemerintah cepat tanggap untuk memperbaiki saat masih kemarau kemarin, kerusakan Jalan Gajah Mada ini tidak akan begini," ujarnya sembari menunjukkan jalan yang dipenuhi kubangan.