Tirainews.com - Secara serentak dua ketua RT dan satu RW di Desa Tanjung Sum, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau mendadak mengundurkan diri. Dua Ketua RT yakni, RT 07 RW 04 dan RT 05 RW 02 serta RW 03 tersebut menyerahkan stempel sebagai ketua RT dan ketua RW ke kantor Desa Tanjung Sum.
Pengunduran diri serentak kedua RT dan satu RW itu bagian dari protes kepada Pemerintah Desa Tanjung Sum, lantaran tidak dilibatkan dalam pendataan pemberian bantuan Covid-19 atau virus Corona.
"Kita kecewa pak, untuk apa jadi RT kalau kita tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah desa terkait bantuan Covid-19 atau virus Corona. Sebab kita merasa bertanggungjawab mengakomodir kepentingan masyarakat terlebih masyarakat yang betul-betul layak diberikan bantuan," ujar Azril yang telah mengundurkan diri dari Ketua RT 07 RW 04 Desa Tanjung Sum, Kamis (18/6/2020).
Lanjut Azri, dengan keputusan pemerintah desa tanpa melibatkan RT, tentunya RT yang menjadi sasaran kekecewaan warga atas kebijakan pemerintah. "Tidak ada gunanya jadi RT Pak. Aspirasi kita tidak didengar. Jadi lebih baik kita mundur," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Sum, Said Yaumal Fauzi mengaku belum mengetahui sampai saat ini penyebab RT tersebut mengundurkan diri karena surat tertulis belum sampai di mejanya.
Ia juga membantah isu yang beredar bahwa RT dan RW tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan bantuan Covid-19. Kata dia, pemerintah desa sudah membentuk tim yang terdiri dari Sekretaris Desa, BPD, Kepala Dusun dan lainya, bahkan para ketua RT dan RW diundang oleh tim.
"Kita mengundang ketua RT dan RW sesuai mekanisme, semua proses mulai dari rapat hingga penyerahan kita tetap terbuka. Namun untuk penerima ganda tidak boleh menerima lagi karena hanya menerima satu bantuan saja misalnya sudah menerima PKH tidak boleh lagi menerima BLT Pak," terang Kades Tanjung Sum melalui telpon pribadinya.
Ia berharap, di masa Covid-19 atau virus Corona ini bisa bersama-sama kompak memutus mata rantai virus tersebut. Kalaupun terjadi kesalahan komunikasi lebih baik duduk bersama dan selesaikan dengan pikiran jernih, terlebih kita harus membangun kampung lebih baik.