Logo Tirainews.com

KPM Mengeluh Harga Program Sembako, Diduga Ada Mark Up

KPM Mengeluh Harga Program Sembako, Diduga Ada Mark Up

Tirainews.com - Harga Program Sembako dikeluhkan oleh Sejumlah masyarakat Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis Riau, selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Sembako yang dulunya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pasalnya, sembako yang diterima oleh KPM dinilai tidak sebanding dengan nilai uang yang diterima. Program Sembako untuk 121 Kepala Keluarga (KK) di desa itu, disinyalir rugikan masyarakat karena diduga ada mark up harga yang dilakukan oleh  E - Warung yang ditunjuk oleh dinsos dan pihak perbankan, BNI.

Program sembako yang bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan dan diharapkan dapat memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM serta meningkatkan jetepatan sasaran, waktu, jumlah harga, kwalitas dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Namun hal tersebut sedikit berbeda dari aturan yang ada. E- warung tersebut diduga telah melanggar aturan yang ada, seperti membagikan Gula, Minyak Goreng serta deterjen yang jelas tidak tertera dijenis bahan pangan di program Sembako.

Dari keterangan sejumlah KPM, jumlah uang selama 5 bulan yakni, bulan Januari dan Februari sebesar Rp300.000 dan untuk bulan Maret hingga Mei, sebesar Rp600.000. Namun saat ditotal jenis sembako yang didapat dengan nilai sebesar Rp900.000 tersebut, sebahagian item barang jauh di atas harga pasaran.

"Kalau kita total barang yang kita dapat sudah tidak sesuai dengan uang yang berjumlah Rp900.000. Seperti minyak goreng yang kami terima merk Palmata, di warung-warung biasa hanya Rp12.000/liter, tapi harga yang dibuat e- warung Rp20.000/liter, pokoknya gak sesuailah," ujar salah satu KPM yang namanya enggan dipublikasikan.

Keluhan yang sama juga diutarakan oleh KPM lainnya yang berpfofesi sebagai IRT. IRT itu mengatakan, harga ikan jenis Gembung yang didapat dari Program Sembako tersebut Rp50.0000/kg, sementara di pasaran harga ikan itu hanya kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000/kg.

"Bukan cuma harga ikan saja yang tidak sesuai, harga sayur, tahu, tempe juga gak sesuai. Kami juga berharap, kedepan ada lah perubahan, jangan sampai e-warung mengambil keuntungan besar dari program sembako ini, sebab program ini kan untuk membantu masyarakat yang ekonomi lemah seperti kami ini," ujarnya.

Joni Iskandar selaku agen BNI 46 Marwah Sembako/ e - warung Tasik Serai Barat saat dikonfirmasi wartawan terkait sejumlah jenis sembako yang tidak sesuai dengan nilai uang yang diterima sejumlah KPM, mengaku kalau dirinya harus mengambil keuntungan dari Program Sebako itu sebagai upah.

Joni Iskandar juga mengaku kalau keuntungan yang diambil dari program sembako tersebut berkisaran Rp.147.000/ KPM dari nilai Rp. 900.000 dalam jangka  lima bulan untuk dua kali penyaluran dengan dalih uang gesek dan modal.

"Wajarlah kami mengambil keuntungan dari program sembako ini, sebab kami tidak punya gaji, soalnya saya modali terlebih dulu," ujarnya.

Disinggung item sembako, seperti Gula Pasir, Minyak Goreng dan lainnya yang diberikan kepada sejumlah KPM telah menyalahi aturan, Joni mengatakan kalau item barang tersebut adalah permintaan KPM. "Memang salah saya sudah memberi item barang diluar ketentuan, tapi hal itu adalah permintaan KPM," ujarnya.  

Berikut jenis barang dan rincian harga yang didapat dari e-warung Marwah Sembako degan nilai Rp900.000 untuk dua kali penyaluran.

1. Beras 40kg × 13.000 = Rp 520.000
2. Telur 2 papan @48.000 = Rp 96.000.
3. Ikan jenis Gembung 1 kg = Rp 50.000.
4. Minyak Goreng 3kg @20.000 =Rp 60.000.
5. Gula pasir 4kg @20.000 =Rp 80.000.
6. Deterjen = Rp 30.000.
7. Bubuk teh 2 kotak @6.000 = Rp 12.000
8. Sayur (tahu+tempe+kangkung) = Rp 25.000.