Logo Tirainews.com

Diduga Mark Up Program Sembako, Ini Penjelasan TKSK

Diduga Mark Up Program Sembako, Ini Penjelasan TKSK

Tirainews.com - Program Sembako yang dikeluhkan oleh sejumlah KPM Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis diduga dimark up. Ada dugaan harga sembako yamg diberikan tidak sesuai dengan nilai uang yang diterima. 

Menanggapi itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Talang Muandau selaku penyelenggara kesejahteraan sosial, akan mengklarifikasi hal tersebut dengan agen terkait harga yang telah menjadi polemik. TKSK Talang Muandau, Ratno Junedi mengatakan, kalau memang betul jumlah barang yang diterima tidak sesuai dengan jumlah uang yang ada di kartu KPM, agen akan mengembalikan uang KPM. 

Kalau masalah harga beras, lanjutnya, memang benar 13.000/kg, tapi kalau harga telor, ikan dan sayur dan lain-lain itu tergantung pada warung itu sendiri. Sebab harga telor kadang naik, dan kadang turun, begitu juga dengan ikan, ayam dan daging.

"Masalah KPM yang dapat sembako namun tidak sesuai dengan jumlah duit yang ada di kartu, lihat dulu barang-barang yang didapat KPM-nya. Dan kita klarifikasi dengan agennya tentang harga. Kalau memang betul jumlah barang yang diterima tidak sesuai dengan jumlah duit yang ada di kartu KPM, maka agen harus mengembalikan uang KPM tersebut," kata Ratno Junedi melalui sambungan WhatsAppnya, Jumat (19/6/2020). 

Disinggung kesalahan agen yang telah menyalurkan di luar ketentuan aturan bahan pangan yang didapat oleh KPM seperti Minyak Goreng atau Gula pasir,  Ratno berjanji akan melakukan teguran secara tertulis yaitu peringatan pertama dan  terakhir terhadap agen.

"Masalah KPM yang mandapatkan minyak goreng atau gula, memang itu kesalahannya sudah mengganti. Akan tetapi maksud Joni (agen), hanya untuk membantu mayarakat di Tasik Serai Barat yang tidak mampu. Untuk masalah ini saya akan berikan teguran secara tertulis yaitu, peringatan pertama dan terakhir atas tindakan yang dilakukan oleh agen," ujarnya.

"Untuk sembako sembako lain, Seprti telor, ikan, daging, ayam, sayuran, dan lainnya, tidak boleh terlalu mahal dengan pasaran, kasian KPM nya. Contohnya telor paling mahal 1 papan Rp50.000 itu pun jarang yang Rp50.000," tambahnya.