Mahasiswa Kukerta Pedagogiek UNRI Terapkan Program Diksum di Desa Rumbio

Ahad, 19 Juli 2020 - 19:22:49 WIB

Tirainews.com - Mahasiswa Kukerta Pedagogiek UNRI, melaksanakan dua program kerja yakni magrib mengaji dan didikan subuh minggu (Diksum). Dua program kerja tersebut berperan sebagai edukasi bagi kalangan remaja dan anak anak yang ada di Desa Rumbio.

Edukasi  spiritual yang dilaksanakan saat magrib dan pagi subuh ini sangat bermanfaat bagi remaja dan anak anak. Karena Hal tersebut akan melatih kedisiplinan pada anak yang dimulai dari usia dini.

Pada kegiatan magrib mengaji, anak-anak dan remaja akan dilatih menghafal berbagai surah pendek dan bagaimana caranya membaca Al-quran dengan baik dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan ketika setelah shalat magrib. 

Para murid tersebut juga diajak untuk solat magrib berjamaah di rumah salah satu warga yang menjadi tempat dilaksanakannya magrib mengaji tersebut. Yang mengikuti magrib mengaji bisa dikatakan banyak dan berasal dari berbagai dusun yang ada di Desa Rumbio. 

Loading...

Kegiatan ini nantinya akan dipimpin oleh Mahasiswa/i Kukerta Pedagogiek UNRI dalam satu bulan kedepan, dan juga didampingi oleh guru mengaji yang ada sebelumnya sebagai pendamping. Tata cara menghafal yang diterapkan pada magrib mengaji, dilaksanakan dengan cara diperagakan didepan dan dipanggil satu persatu sesuai urutan nama yang sudah dibuat sebelumnya. 

Inovasi tersebut bertujuan agar melatih mental dan keberanian anak agar mau tampil didepan umum. Beranjak dari magrib mengaji ke Didikan Subuh Minggu, berbeda sedikit dari magrib mengaji, kegiatan didik subuh minggu ini dilaksanakan setelah shalat subuh setiap hari minggu. 

Diadakan saat subuh minggu karena hari minggu merupakan hari libur sekolah. Sehingga anak anak dapat mengikuti dan menyesuaikan waktu belajarnya dengan kegiatan tersebut. 

Kegiatan didik Subuh Minggu ini nantinya akan melatih anak anak untuk bisa bangun di pagi hari sehingga meningkatkan kedisiplinan diri. Sistem belajar saat Didik Subuh Minggu ini, hampir sama dengan magrib mengaji yaitu menghafal surah pendek baik laki laki maupun perempuan. 

Penyetoran surah pendek pun dimulai dari surah yang mudah dihafal hingga ke surah yang memiliki ayat yang lebih panjang, serta dipanggil secara bergantian anta laki laki dan perempuan. Pada kegiatan Didik Subuh Minggu, juga dikembangkan bagaimana cara mengumandangkan adzan dan iqamat untuk laki laki. 

Kegiatan ini juga didampingi oleh remaja mesjid, perangkat desa serta Mahasiswa/i Kukerta Pedagogiek UNRI, selama satu bulan kedepan. Selanjutya kegiatan ini diharapkan bisa dilanjutkan oleh remaja masjid dan masyarakat setelah di troboskan oleh Tim Kukerta Pedagogiek UNRI. 




Baca Juga Topik #Sosbud+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+