PEKANBARU - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru memfasilitasi lokasi acara penandatanganan perjanjian kerjasama budidaya porang, Ahad (14/11/2021). Acara ditaja di lokasi cadangan pangan terintegrasi atau yang lebih dikenal dengan singkatan siCANTIG di Jalan Sri Sejahtera RT 04 RW 05 Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat.
Acara yang ditaja bersama Dinas Pertanian dan Perikanan ini langsung dihadiri oleh Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Kepala Disketapang Pekanbaru Alek Kurniawan SP MSi selaku tuan rumah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) drh H Muhammad Firdaus MSi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Direktur Utama PT Sarana Pangan Madani (SPM) Kota pekanbaru Ade Putra Daulai SP MSi, Camat Rumbai Barat Jasrul SPd MM, Lurah Agrowisata Zulken, Kepala RT se-RW 05 Kelurahan Agrowisata, Pihak CV Konjac Indonesia oleh Deny Wilianto, Pihak PT Mitra Porang Ryan Audwinto, tokoh masyarakat beserta masyarakat tani se-Rumbai Barat.
Acara ini ditaja secara unik dan menarik dengan juga menampilkan replika kegiatan Pekan Pangan Madani (salah satu inovasi andalan Disketapang dalam memfasilitasi pemasaran produk-produk pertanian segar dan olahan) yang biasanya bisa dilihat di areal parkir Kantor Disketapang Jalan Cut Nyak Dien setiap pekannya pada Kamis pagi. Namun pagi ini secara spesial PPM hadir dalam fasilitasi produk-produk pertanian di Kelurahan Agrowisata khususnya memasarkan hasil-hasil panen Kelompok Tani yang ada di kawasan siCANTIG.
Maksud dan tujuan dari Perjanjian Kerjasama ini adalah dasar dalam pelaksanaan budidaya tanaman porang sekaligus MoU antara masyarakat RW 05 Kelurahan Agrowisata dengan CV Konjac Anugerah Indonesia. Pihak CV Konjac Anugrah Indonesia menyediakan bibit katak porang gratis berkualitas sementara pihak masyarakat RW 05 bertanggungjawab dalam menanam, merawat tanaman porang yang akan diberikan edukasi secara berkala oleh pihak penyedia bibit dengan pemanfaatan pupuk organik. Informasi dari pihak penyedia bibit bahwa budidaya tanaman porang 1 musimnya dapat berdurasi 6 – 8 bulan.
Walikota Pekanbaru menyambut baik apa yang dilakukan oleh pihak CV KAI dan mengajak masyarakat untuk mengambil potensi ini. Dalam paparannya disertai konfirmasi langsung saat berorasi dengan pihak penyedia, potensi porang yang mampu dikelola dalam satu tahunnya di Provinsi Riau ada di angka 16.000 ton (dengan asumsi; panen 2 kali dalam setahun/ rata-rata hasil panen per musimnya 8.000 ton).

Walikota menyebut ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Pekanbaru, utamanya bagi warga RW 05 Kelurahan Agrowisata yang telah memiliki Kerjasama dengan penyedia bibit. “Mari manfaatkan angka-angka fantastis ini, mari kita ambil kesempatan ini,” ucap Walikota Pekanbaru yang bergelar Datuk Bandar Setia Amanah dalam arahannya.
Walikota Pekanbaru dua periode ini menegaskan bahwa masyarakat tidak usah ragu lagi tentang keberlanjutan komoditas porang ini. Dengan adanya Kerjasama ini maka akan memangkas biaya penjualan, tandasnya lagi. "Biasanya petani porang harus menjual komoditasnya ke Jawa. Biaya transportasinya lebih mahal, sekarang pabriknya ada di sini," ungkap Walikota lagi.
Walikota berharap, komoditas ini bukan hanya sebatas tren namun mampu menambah pundi-pundi kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya sang visioner ini juga menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Disketapang dalam fasilitator acara di Kawasan Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (siCANTIG).
“siCANTIG adalah ikon gambaran pertanian secara utuh dari hulu ke hilir, mari kita jadikan siCANTIG sebagai Kampus Budidaya Porang di Kota Pekanbaru ini, kalau perlu kita deklarasikan menjadi Sentra Porangnya Provinsi Riau,” tegasnya lagi
Dalam sesi laporan kegiatan berikutnya, Kadis Akur sapaan akrab Kepala Disketapang Alek Kurniawan menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas kepercayaan Walikota Pekanbaru yang telah mengusulkan kawasan siCANTIG sebagai lokasi acara pada giat pagi ini.
"Siapa yang menabur benih, dia yang akan memanen,” ucap Alek sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk budidaya porang untuk kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut sang nahkoda Ketapang ini menyebutkan bahwa belakangan ini tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan dan dibudidayakan, karena punya peluang yang cukup besar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan dia menambahkan data statistik dari catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan bahwa ekspor porang sejak tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai rp 11,31 miliar ke negara jepang, tiongkok, vietnam, australia dan lain sebagainya.
Alek yang juga eks Sekretaris DPRD Pekanbaru ini berharap giat pagi ini mampu menjadi stimulus untuk tumbuh kembang budidaya porang di Kota Pekanbaru sehingga ikut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari sektor pertanian dan pangan.
Dia menambahkan bahwa Kota Pekanbaru bukanlah daerah sentra produksi dan ini adalah ciri khas dari sebuah kota metropolitan di manapun. Pasokan bahan makanan ke Kota Pekanbaru dominan datang dari luar daerah. Namun hal tersebut bukan berarti Kota Pekanbaru tidak dapat memproduksi tanaman pangan.
Untuk untuk meminimalkan ketergantungan pangan dari luar, Pemerintah Kota melalui Disketapang dan Dinas Pertanian dan Perikanan senantiasa memicu pertumbuhan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani. Cara tersebut sebut Alek lagi menjadi andalan untuk membumikan minat bercocok tanam di bumi smart city madani.
Dia menegaskan bahwa semenjak dilantik selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan pada tahun 2020 yang lalu, dinas ketahanan pangan selalu konsisten dalam menstimuluskan bantuan pertanian kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani.
Alek juga menyampaikan secara utuh strategi dan upaya yang telah dilakukannya Bersama Tim Ketapang terutama dalam menjaga ketahanan pangan dalam masa pandemi covid-19 ini diantaranya, Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kawasan mandiri pangan (Kamapan) dengan output kegiatan yang dituju adalah kelompok tani dan kegiatan pengembangan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang termutakhir dikenal dengan sebutan pekarangan pangan lestari (P2L) dengan output kegiatan yang dituju adalah kelompok wanita tani.

Selanjutnya ada CPPD yaitu pengadaan cadangan pemerintah daerah yang merupakan pengadaan pangan dalam hal ini adalah beras bersumber dari APBD untuk penyediaan stok cadangan pangan yang dapat dikeluarkan/ disalurkan apabila terjadi bencana ataupun kegiatan luar biasa lainnya. Pekanbaru sendiri, sebut Alek lagi; telah menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 166 tahun 2020 tentang Cadangan Pangan Pemerintah kota Pekanbaru.
Alek juga menyebutkan bahwa pihaknya mendukung penuh Inovasi Walikota Pekanbaru dalam pembentukan PT Sarana Pangan Madani sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan. Khusus siCANTIG, Alek sangat berterima kasih kepada Walikota Pekanbaru terkait keberadaan lokasi ini yang merupakan inisiatif dari Walikota Pekanbaru melalui pemanfaatan luas lahan 5 ha di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat.
Alek menjelaskan bahwa kawasan siCANTIG merupakan kawasan agrowisata, lokasi pembelajaran budidaya pertanian dalam artian luas mulai dari hulu sampai hilirnya yang kedepannya akan ada peternakan dan perikanan, ditengah kawasan dibuat miniatur Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), juga ada lumbung pangan dan pengolahan pangan.
Terbatasnya sumber pendanaan membuat Pemko Pekanbaru belum dapat menuntaskan kawasan ini seperti yang ada dalam master plan-nya. Namun Alek menegaskan bahwa Disketapang bersama dinas pertanian dan perikanan terus mengoptimalkan keberadaan kawasan ini melalui sinergitas dengan kelompok-kelompok tani disekitar kawasan dalam pemanfaatan lahan untuk penanaman bibit pangan yang diharapkan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Setidaknya menjelang bangunan fisik dibangun, lahan ini mampu memberikan kontribusi positif dalam tumbuh kembang kegiatan pertanian yang pada ujungnya diharapkan terjadinya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” tandas Bapak dari 3 orang anak ini.
Di akhir kegiatan, Kadis Akur tidak menyia-nyiakan lawatan Walikota Pekanbaru tersebut, selaku tuan rumah, dia bersama Manager siCANTIG, Dayana SE mendampingi Datuk Bandar Setia Amanah untuk berkeliling melihat secara langsung kegiatan pertanian dan peternakan di lokasi siCANTIG tersebut.**