Pasar HP Asia Tenggara Anjlok 15%, Samsung Justru Tumbuh dan Kuasai 24% Pasar
TIRAINEWS.COM — Kenaikan biaya komponen, terutama memori, menjadi pemicu utama. Lemahnya belanja konsumen dan pergeseran pembelian musim perayaan ke kuartal pertama memperparah kondisi pasar.
Samsung Satu-satunya Vendor Besar yang Tumbuh
Di tengah pasar yang lesu, Samsung mencatat pertumbuhan shipment 6% YoY. Pangsa pasarnya naik signifikan dari 19% menjadi 24%.
Counterpoint menyebut performa ini didukung ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang relatif terbatas, promosi pertengahan tahun, serta permintaan kuat terhadap perangkat flagship.
OPPO Paling Terpukul, Xiaomi Ikut Tertekan
OPPO mengalami penurunan paling tajam di antara vendor besar. Pangsa pasarnya merosot dari 22% menjadi 17%, dengan shipment anjlok 34% YoY.
Xiaomi mempertahankan pangsa 18%, tetapi shipment-nya turun 18%. Transsion menguasai 15% pasar dengan penurunan 12%, sementara Apple naik dari 8% menjadi 9% dengan penurunan shipment hanya sekitar 2%.
Di luar lima besar, Honor mencatat pertumbuhan paling kencang dengan shipment melesat 61% YoY, didorong ekspansi retail dan strategi portofolio produk.
HP Murah Paling Terpukul, Premium Justru Melonjak
Segmen harga di bawah USD 150 menjadi korban terbesar dengan penurunan shipment 38% YoY. Segmen USD 250-499 juga turun 11%.
Sebaliknya, permintaan premium justru menguat. Shipment smartphone USD 500-699 melonjak 74%, sementara perangkat di atas USD 700 tumbuh 18%.
Senior Analyst Counterpoint Research Shilpi Jain menjelaskan kondisi ini terjadi karena OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas entry-level.
"Segmen entry-level menjadi yang paling terpukul, dengan shipment di bawah USD 150 turun 38% YoY dan segmen USD 250-499 turun 11% karena OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas entry-level," kata Jain.
Tekanan Belum Berakhir di Semester II 2026
Counterpoint memperkirakan tekanan pasar masih akan berlanjut. Kenaikan biaya komponen, terutama memori, diperkirakan membatasi fleksibilitas harga sementara konsumen tetap berhati-hati mengganti smartphone.
Vendor diprediksi semakin selektif dengan fokus pada pengelolaan stok, smartphone kelas menengah hingga premium, dan profitabilitas ketimbang mengejar volume penjualan. Bagi gamer yang mengincar HP baru, tren ini berarti pilihan di kelas entry-level makin terbatas, sementara perangkat mid-range ke atas justru makin kompetitif.